ALFI Berperan Wujudkan Bali Jadi ”Market” Produk Ekspor

DALAM ajang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tidak akan ada batasan perdagangan di negara-negara di kawasan ASEAN.

ALFI - Rakerwil ALFI yang antara lain membahas pengoptimalan jasa logistik menggunakan angkutan laut dan udara sehingga Bali bisa menjadi market point produk ekspor-impor.

Pariwisata Bali dikenal sebagai pintu gerbang pariwisata Indonesia. Sejauhmana Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Bali  bisa memanfaatkan potensi pariwisata untuk menjadikan Bali sebagai market point untuk penjualan produk-produk ekspor maupun produk impor?

DALAM ajang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tidak akan ada batasan perdagangan di negara-negara di kawasan ASEAN. Bali sebagai kawasan pariwisata dunia dapat mengambil keuntungan untuk menjadi market point jalur perdagangan produk ekspor dan produk impor.
Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati menjelaskan, untuk siap menjadi market point Bali mesti didukung infrastruktur untuk penunjang. “Ini mencakup jasa logistik, kepabeanan, dan forwarder,” jelas pria yang akrab disapa Cok. Ace ini.

Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati meyakinkan, Bali harus siap menjadi market point. ALFI berperan penting menjadikan Bali sebagai market point produk ekspor dan impor. Ketua Umum DPP ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, untuk meningkatkan daya saing produk ekspor antara lain perlu adanya upaya menekan biaya logistik. Dengan makin efisien biaya logistik, kegiatan investasi akan meningkat.
Yukki melihat ketika investasi meningkat akan mendorong pertumbuhan ekonomi akan menjadi lebih tinggi. “Perlu adanya kerja sama semua sektor termasuk di bidang logistik sehingga bisa tetap menggeliatkan ekspor,” ucapnya.

Ketua DPW ALFI Bali, AA Bayu Joni mengatakan, ALFI sebagai  mitra strategis pemerintah yang akan terus mendukung program-program pemerintah dalam mewujudkan Nangun Sat Kerti Loka Bali. Ini dengan mensinergikan program-program ALFI dengan program pemerintah.
Adapun beberapa program ALFI Bali terbagi menjadi beberapa bidang. Seperti  di bidang angkutan laut dan darat, ALFI Bali akan mendorong optimalisasi Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa menjadi lebih berdaya saing. Ini melancarkan ekspor dan menguntungkan anggota seperti yang sudah berjalan pada focus group discussion (FGD).
Diakuinya, untuk mengeliatkan ekspor-impor Bali perlu ditopang sarana prasarana untuk menopang jasa pengiriman barang (logistik). ALFI Bali akan mengoptimalkan pemanfaatan Pelabuhan Benoa dan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk pengiriman produk ekspor ke negara pasar.

Otoritas di angkutan laut Pelabuhan Benoa diharapkan dapat menyiapkan infrastruktur dan sarana penunjang kegiatan pengiriman barang ekspor (logistik) yang lebih berdaya saing. Penyiapan infrastrukur logistik di Pelabuhan Benoa akan sangat menguntungkan stakeholder khususnya anggota ALFI dan pemerintah. Penyiapan sarana penunjang logistik yang makin memudahkan kegiatan ekspor-impor. ” Hasil pendapatan ekspor Bali akan menambahan devisa negara,” ucapnya.

Bayu Joni memaparkan, pemerintah diharapkan lebih memperhatikan kegiatan jasa logisik. Ini guna memperlancar arus barang terutama untuk kepentingan ekspor. Selama ini anggota ALFI Bali masih banyak melakukan pengiriman barang ekspor lewat darat dari Bali ke Surabaya.
Menurutnya, pengiriman dengan penggunaan jalur darat ini dapat dikurangi dengan cara mengoptimalkan Pelabuhan Benoa. Ini dengan catatan perlu dukungan dan kesiapan baik dari Pelindo, KSOP, dan pelayaran. Scedule pelayaran untuk pengiriman (logistik) produk ekspor di Pelabuhan Benoa diharapkan bisa 3 hari sekali dengan harga yang kompetitif.

Diakuinya, untuk angkutan udara ALFI berharap bisa mengoptimalkan logistik di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Saat ini kapasitas pengiriman (logistik) di Bandara Ngurah Rai meccapai 2.000 ton.
AA Bayu Joni menambahkan, kapasitas logistik yang terpakai melalui Bandara Ngurah Rai 150 ton. Ini setara jalur udara baru terisi 6 persen. “Dengan sinergi DPP ALFI, ALFI Bali dengan pemerintah pemanfaatan jasa logistik melalui angkutan udara melalui Bandara Ngurah Rai bisa terus ditingkatkan,” tambah Bayu Joni. *kup

BAGIKAN