Wagub Cok Ace Dorong Peningkatan Ekspor Bali

Perekonomian Bali saat ini tidak hanya bertumpu pada industri pariwisata, namun mulai merambah pada industri barang-barang ekspor maupun impor.

22
Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati

Denpasar (bisnisbali.com) –Perekonomian Bali saat ini tidak hanya bertumpu pada industri pariwisata, namun mulai merambah pada industri barang-barang ekspor maupun impor.

Untuk dapat menjadi market point dari berbagai produk tersebut, maka Bali harus siap dengan segala infrastruktur penunjang, terutama di bidang jasa logistik, kepabeanan dan forwarder.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati mengharapkan, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) bersama pemerintah pusat, dapat menjadi aktor kunci dalam mewujudkan cita-cita Bali sebagai market point dari ekspor impor barang. “Perdagangan antar-negara ASEAN akan makin meningkat mengingat MEA akan mengurangi batasan perdagangan seperti cukai, pajak, kuota, dan lain-lain hingga tidak ada batasan sama sekali di masa depan jika negara ASEAN telah siap sepenuhnya,” katanya.

Untuk menanggulangi hal tersebut, Cok Ace menghimbau semua pihak agar dapat saling berkoordinasi dan bekerja sama baik dalam implementasi maupun pengembangan indutri jasa logistik nasional yang berfokus pada aspek kinerja operasional, aspek keselamatan, keamanan dan pelayanan terhadap pengguna jasa transportasi.

“Saya harap DPW ALFI dengan ketuanya yang baru dapat menjalankan roda kepengurusan dengan baik, mencapai apa yang menjadi tujuan organisasi serta menghasilkan strategi-strategi baru yang nantinya dapat meningkatkan kinerja dan membantu pertumbuhan ekonomi Bali dari sektor transportasi dan penyedia jasa logistik,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW ALFI Bali Gusti Nyoman Rai menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah daerah yang telah mendukung aktivitas ALFI selama ini dalam mendorong sektor ekspor dan impor di Bali. Ia mengatakan, keprihatinan tingkat ekspor  Bali 10 tahun terakhir ini,  terjadi penurunan sebesar 40 persen yang disebabkan transportasi yang kurang efisien.

“Kalau kita ekspor itu harus mendatangkan truk kontainer kosong dari Surabaya untuk diisi di Bali, setelah itu dibawa lagi ke Surabaya untuk diekspor. Nah perjalanan yang bolak balik ini yang menyebabkan cost yang sangat tinggi untuk itu. Ke depan, kita bersama akan mencari solusinya,” ujarnya.

Ia berharap, acara Rakorwil nanti akan ditemukan suatu jawaban dari beberapa pokok isu permasalahan yang ke depan dapat dijadikan acuan sebagai suatu solusi dalam menghadapi permasalahan ekspor yang terjadi saat ini. *pur

BAGIKAN