ALFI Optimalkan Benoa dan Bandara Ngurah Rai untuk Jalur Logistik 

Guna mengeliatkan ekspor-impor, Bali perlu ditopang sarana prasarana untuk menopang jasa pengiriman barang (logistik).

29
LOGISTIK - Rakerwil ALFI yang antara lain membahas pengoptimalan jasa logistik menggunakan angkutan laut dan udara.

Denpasar (bisnisbali.com) –Guna mengeliatkan ekspor-impor, Bali perlu ditopang sarana prasarana untuk menopang jasa pengiriman barang (logistik). Terkait dengan itu, ALFI Bali akan mengoptimalkan pemanfaatan Pelabuhan Benoa dan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk pengiriman produk ekspor ke negara pasar.

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Bali, AA Bayu Joni, Rabu (20/11) mengatakan, sesuai hasil Rakerwil, ALFI Bali akan mengoptimalkan pemanfaatan angkutan laut dan udara di Bali. Untuk angkutan laut, Pelabuhan Benoa diharapkan dapat menyiapkan infrastruktur dan sarana penunjang kegiatan pengiriman barang ekspor (logistik) yang lebih berdaya saing.

Ia menjelaskan, penyiapan infrastrukur logistik di Pelabuhan Benoa akan sangat menguntungkan stakeholder khususnya anggota ALFI dan pemerintah. Penyiapan sarana penunjang logistik yang makin memudahkan kegiatan ekspor-impor. “Pendapatan ekspor Bali menjadi peluang bagi penambahan devisa negara,” katanya.

Bayu Joni memaparkan, pemerintah diharapkan lebih memperhatikan kegiatan jasa logistik. Hal ini guna memperlancar arus barang terutama untuk kepentingan ekspor. Selama ini anggota ALFI Bali masih banyak melakukan pengiriman barang ekspor lewat darat dari Bali  ke Surabaya.

Menurutnya, pengiriman dengan pengunaan jalur darat ini dapat dikurangi dengan cara mengoptimalkan Pelabuhan Benoa. Hal ini dengan catatan perlu dukungan dan kesiapan baik dari Pelindo, KSOP, dan pelayaran. Scedule pelayaran untuk pengiriman (logistik) produk ekspor di Pelabuhan Benoa diharapkan bisa 3 hari sekali dengan harga yang kompetitif.

Ia mengakui, untuk angkutan udara ALFI berharap bisa mengoptimalkan logistik di Bandara Ngurah Rai. Saat ini kapasitas pengiriman (logistik) di Bandara Ngurah Rai mencapai 2.000 ton.

AA Bayu Joni menambahkan, kapasitas logistik yang terpakai melalui Bandara Ngurah Rai 150 ton. Ini setara jalur udara baru terisi 6 persen. “Dengan sinergi DPP ALFI, ALFI Bali dengan pemerintah pemanfaatan jasa logistik melalui angkutan udara melalui Bandara Ngurah Rai bisa terus ditingkatkan,” kata Bayu Joni. *kup

BAGIKAN