Sukseskan Motor Listrik Pajak harus Ringan  

Kepedulian Pemerintah Provinsi Bali terhadap lingkungan, salah satunya ditunjukkan dengan Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

25

Denpasar (bisnisbali.com) –Kepedulian Pemerintah Provinsi Bali terhadap lingkungan, salah satunya ditunjukkan dengan Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Untuk menyukseskan program tersebut, Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (KUPT) Samsat Kota Denpasar  I Putu Sudiana S.Sos. mengatakan pajak kendaraan listrik harus diperingan.

Sudiana mengatakan, kendaraan listrik baik itu mobil maupun motor listrik harganya masih tergolong tinggi, sehingga dibutuhkan stimulus agar masyarakat tertarik menggunakan kendaraan listrik tersebut. “Bila regulasi sudah jelas dan pajak diperingan, tentunya akan sangat menarik bagi masyarakat,” tukasnya.

Kendaraan listrik diakui akan sangat ramah lingkungan, karena tidak mengeluarkan gas buang sehingga bisa menekan pencemaran. “Karena ramah lingkungan makanya Gubernur sangat mendukung kendaraan listrik. Tetapi apakah bisa diproduksi secara masal, agar harganya lebih terjangkau,” tukasnya.

Bila diproduksi secara eksklusif harganya menjadi sangat tinggi. “Seperti mobil listrik yang paling murah, harganya sampai Rp1,2 miliar. Kan gak mungkin rakyat kita beli,” ucapnya.

Dikatakan, bila ini serius diberlakukan, bila perlu pajak digratiskan. Kalau kendaraan biasa bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) 1 yaitu 15% sedangkan kendaraan listrik 10% maka masih tinggi. “Menurut saya ini sebaiknya digratiskan, tetapi tetap bayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Baru orang akan tertarik membeli motor listrik,” tukasnya.

Ke depannya sangat bagus, bila motor listrik bisa dikembangkan secara masal. “Kalau pengembangannya secara masal pasti akan murah,” katanya. *pur

BAGIKAN