Pelestarian Tari Sang Hyang, Lengkapi Khasanah Daya Tarik Wisata

Peresmian Museum Sang Hyang Dedari Giri Amertha di Desa Adat Geriana Kauh, Desa Duda Utara, Karangasem,

14
Bupati Mas Sumatri saat peresmian museum sang Hyang Dedari, di Duda Utara.

Amlapura (bisnisbali.com) –Peresmian Museum Sang Hyang Dedari Giri Amertha di Desa Adat Geriana Kauh, Desa Duda Utara, Karangasem, selain diharapkan sebagai upaya pelestarian, juga melengkapi atau memperbanyak khasanah daya tarik wisata di Karangasem. Diharapkan nantinya ada lagi yang mendirikan museum lainnya.

Hal itu disampaikan Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri,  Selasa (13/11) di Desa Duda, Kecamatan Selat.  Museum itu diresmikan bupati. Pendiri dan pemilik museum, I Nyoman Subrata  yang juga selaku ketua panitia peresmian memaparkan, museum  itu sebenarnya mulai dibangun pada 1 Januari 2017 dengan ukuran bangunan  10 m x 12 m. Namun, pembangunannya sempat terhenti akibat gejolak Gunung Agung  22 September 2017. Pembangunan gedung dengan anggaran seadanya, kembali dilanjutkan pada 1 Januari 2019. “Pembangunan gedung museum ini sempat terhenti beberapa tahun dan kemudian berhasil dilanjutkan pada awal tahun 2019. Berkat bantuan dari berbagai pihak, baik berupa pikiran, materi dan fisik, akhirnya museum ini terwujud,”  paparnya.
Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri sangat mengapresiasi adanya pembangunan Museum Sang Hyang Dedari ini sebagai salah satu sarana untuk melestarikan budaya yang ada di Bali, yakni tari sakral Sang Hyang Dedari. “Saya sangat mengapresiasi serta mendukung pembangunan museum ini yang didasari pengabdian kepada masyarakat berikut seni dan budayanya. Pembangunan museum ini saya harapkan mampu digunakan sebagai sarana untuk melestarikan Tari Sang Hyang Dedari  dan Tari Sang Hyang lainnya. Walaupun materi di museum berupa foto, tulisan, maupun tayangan audio visual, serta lontar yang dapat juga digunakan sebagai pemikat untuk daya wisata,” tambahnya.

Peresmian museum itu ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Karangasem. Turut hadir pada kegiatan itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya  Universitas Indonesia (UI) Adrianus Laurens Gerung Waworuntu, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia, Forkopimcam, Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati serta Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem, Camat Selat, serta Bendesa Adat Geriana Kauh. *bud

BAGIKAN