Tangani NPL, BPR perlu Langkah Persuasif  

Perlambatan ekonomi membuat bank perkreditan rakyat (BPR) dihadapkan dengan masalah kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).

20
BPR - Layanan transaksi di salah satu BPR di Bali.

Mangupura (bisnisbali.com) –Perlambatan ekonomi membuat bank perkreditan rakyat (BPR) dihadapkan dengan masalah kredit bermasalah (non-performing loan/NPL). Guna menekan angka NPL, BPR perlu melakukan langkah persuasif kepada debitur bermasalah.

Humas DPD Perbarindo Bali, Wayan Sriasih, Minggu (10/11) mengungkapkan, pengurus BPR dihadapkan dengan cukup tingginya angka NPL. Ketika debitur sudah tidak mampu lagi membayar angsuran, BPR umumnya mempersiapkan langkah dalam mengeksekusi jaminan.

Direktur Utama BPR Jaya Kerti ini menjelaskan, sebelum bank melakukan eksekusi jaminan atau agunan, BPR wajib melakukan langkah persuasif. Hal ini bisa dilakukan dalam bentuk pembinaan kepada debitur yang bermasalah.

Ia memaparkan, proses pembinaan diawali dengan  pemberian surat peringatan sampai SP3. Hal ini untuk meyakinkan debitur kembali membayar tunggakan angsuran kredit.

Lebih lanjut dikatakannya, BPR mempertimbangkan melakukan pembinaan karena usaha debitur masih ada. “Akibat perlambatan ekonomi, usaha debitur masih berjalan hanya saja kemampuan membayar angsuran kredit menurun. Ini menyebabkan debitur menunggak membayar angsuran kredit,” katanya.

Langkah persuasif ini dilaksanakan juga dengan pertimbangan debitur memiliki karakter baik. Sementara nilai agunan debitur masih mengkover sisa tunggakan kredit.

Sriasih menambahkan, jika debitur memiliki kemampuan membayar angsuran kredit biasanya bank akan mengambil langkah restrukturisasi kredit. Ini dengan penjadwalan ulang pembayaran angsuran kredit sesuai kemampuan dan kondisi debitur. *kup

BAGIKAN