September 2019, Neraca Perdagangan Bali Surplus 22,04 Juta Dolar AS

BPS Bali mencatat, neraca perdagangan Provinsi Bali surplus 22.038.764 dolar AS pada September 2019.

16

Denpasar (bisnisbali.com) –BPS Bali mencatat, neraca perdagangan Provinsi Bali surplus 22.038.764 dolar AS pada September 2019. Itu tercermin ekspor barang dari Pulau Dewata 45.231.781 dolar AS, sedangkan nilai impor barang tercatat 23.193.017 dolar AS.

Kapala BPS Bali, Adi Nugroho, di Denpasar, belum lama ini mengungkapkan, September 2019 nilai neraca perdagangan Provinsi Bali ini masih lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Imbuhnya, Agustus 2019 nilai neraca perdagangan Bali mencapai surplus 22.136.263 dolar AS. Begitu pula jika dibandingkan September 2018 yang tercatat surplus 28.227.931 dolar AS. Kondisi di September 2019 juga masih lebih rendah.

Jelas Adi, September 2019 nilai ekspor barang Provinsi Bali yang dikirim lewat beberapa pelabuhan di Indonesia menurun -2,59 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 46.434.743 dolar AS. Jika dibandingkan dengan September 2018, nilai ekspor September 2019 juga tercatat menurun -5,34 persen.

“Dari sepuluh negara utama pangsa ekspor Provinsi Bali September 2019, enam negara tujuan ekspor utama mengalami penurunan dibandingkan dengan Agustus 2019,” tuturnya.

Sambungnya, penurunan terdalam tercatat pada ekspor tujuan Jepang –21,67 persen, didominasi oleh turunnya ekspor produk ikan dan udang. Berbeda dengan kondisi tersebut, terdapat peningkatan hingga ratusan persen yang tercatat pada ekspor tujuan Tiongkok, yakni didominasi oleh meningkatnya ekspor produk ikan dan udang.

Di sisi lain, serupa dengan capaian ekspor Provinsi Bali ke luar negeri, September 2019 kondisi impor Provinsi Bali dari luar negeri tercatat 23.193.017 dolar AS, menurun sedalam -4,55 persen jika dibandingkan Agustus 2019 yang tercatat 24.298.480 dolar AS. Dari sepuluh negara asal utama impor pada September 2019, lima negara asal impor tercatat menurun jika dibandingkan dengan Agustus 2019, dengan penurunan terdalam tercatat pada impor asal negara Prancis mencapai -40,47 persen yang dominan disebabkan oleh turunnya impor produk mesin dan perlengkapan mekanik.

“Kondisi berbeda ditunjukkan oleh impor asal Kanada yang tercatat meningkat hingga ratusan persen dominan disebabkan oleh meningkatnya impor produk kapal terbang dan bagiannya,” tegasnya.

Sementara itu, September 2019 komoditas ekspor terbesar Provinsi Bali berupa produk ikan dan udang mencapai 11.073.085 dolar AS meningkat 14,81 persen dibandingkan dengan Agustus tahun yang sama. Dari sepuluh komoditas ekspor utama, lima komoditas menurun jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2019.

Tambahnya, periode sama komoditas impor terbesar Provinsi Bali berupa produk mesin dan peralatan listrik mencapai 5.007.381 dolar AS yang tercatat meningkat 45,09 persen dibandingkan Agustus 2019. Dari sepuluh komoditas utama impor, tiga di antaranya mengalami penurunan secara month to month, dengan penurunan terdalam tercatat pada impor komoditas barang-barang dari kulit hingga -41,49 persen berasal dari Tiongkok. *man

BAGIKAN