Sikapi Bencana, Pariwisata Bali Cukup Optimalkan BTH

Bali dan kawasan luar Bali bisa dihadapkan masalah bencana alam sehingga Bali mesti didukung lembaga krisis center yang kuat.

16
KRISIS CENTER -Kenyamanan wisatawan, BTH diharapkan menjadi lembaga krisis center kuat untuk mengkoordinasikan wisatawan jika terjadi bencana alam.

Denpasar (bisnisbali.com)-Bali dan kawasan luar Bali bisa dihadapkan masalah bencana alam sehingga Bali mesti didukung lembaga krisis center yang kuat. Plt. Kadisparprov Bali, Putu Astawa, Kamis (7/11) mengatakan pariwisata Bali cukup memiliki satu lembaga Bali Tourism Hospitality (BTH) untuk menginformasi maupun penanganan bencana yang berimbas pada wisatawan yang sedang berlibur di Bali.

Diungkapkannya, di Bali sudah dibentuk lembaga krisis center saat terjadi erupsi Gunung Agung. BTH sudah cukup kuat untuk memobilisasi wisatawan jika terjadi bencana alam di Bali maupun luar Bali.

Astawa menjelaskan Bali sudah cukup satu lembaga krisis center yaitu BTH. Ini agar penanganan wisatawan saat terjadi ancaman bencana di Bali atau seputar Bali hanya dikoordinasikan BTH.

Ditegaskannya, BTH menjadi satu kesatuan lembaga krisis center agar tidak terlalu banyak lembaga. Jika terlalu banyak lembaga krisis center akan kesulitan dalam koordinasi.

Menurut Putu Astawa, pariwisata Bali cukup mengoptimalkan BTH. Tidak perlu tiap bencana Bali membentuk krisis center. Terlalu banyak lembaga krisis center membuat pariwisata Bali repot.

Putu Astawa meyakinkan Bali cukup memiliki BTH sebagai lembaga krisis center yang terpadu. Penanganan dan koordinasi bencana untuk stakeholder pariwisata cukup melalui BTH baik bencana gempa, kebakaran  hutan atau bencana lainnya. *kup

BAGIKAN