Bupati Klungkung Monitoring Program Belajar di Luar Kelas  

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gde Darmawan melakukan monitoring jalannya program kegiatan "Sehari Belajar di Luar Kelas", Kamis (7/11).

10
MONITORING - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gde Darmawan melakukan monitoring program kegiatan "Sehari Belajar di Luar Kelas".

Semarapura (bisnisbali.com) –Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gde Darmawan melakukan monitoring jalannya program kegiatan “Sehari Belajar di Luar Kelas”, Kamis (7/11). Sekolah yang dikunjungi, yakni SDN 1 Semarapura Kangin dan SMPN 2 Semarapura guna mengamati dan memastikan program dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini sudah berjalan.

Saat kunjungannya di SDN 1 Semarapura Kangin, Suwirta mendapati anak-anak dari kelas I – VI sedang melakukan senam di halaman sekolah. Bupati Suwirta juga sempat menyapa dan mengajak seluruh siswa untuk bernyanyi. Sedangkan di SMPN 2 Semarapura, para siswa kelas VII – IX sedang melakukan berbagai aktivitas di aula dan halaman sekolah. Aktivitas yang dilakukan diantaranya praktik memasak dan membuat minuman, berpidato, berpuisi, berdrama serta melakukan diskusi mata pelajaran dengan diawasi para guru.

Suwirta mengatakan sangat menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya kegiatan di luar kelas sangat baik untuk memperbaiki karakter seorang anak melalui interaksi sosial. Sistem pembelajaran dinilai belum efektif membangun karakter siswa jika tidak didukung dengan pendidikan karakter. Buktinya, terjadi degradasi moral seperti penyalahgunaan narkoba, radikalisme, pornografi dan pornoaksi serta menurunnya nilai kebanggaan berbangsa dan bernegara. Atas dasar tersebut Suwirta mengingatkan para guru untuk senantiasa menyelipkan pendidikan karakter kapada para siswa dalam setiap proses belajar.

“Saya melihat sejumlah anak sudah menunjukkan bakatnya baik itu berdrama, baca puisi, berdialog dan diskusi, kemudian ada yang melakukan observasi dan lain sebagainya, seluruh kegiatan ini tentunya ada kaitannya dengan kehidupannya sehari-hari. Inilah bagaimana kekuatan pendidikan karakter ditanamkan kepada mereka sejak masih di bangku sekolah, sehingga mereka mempunyai karakter yang kuat, saya harap kegiatan ini semakin ditingkatkan sehingga para siswa akan memiliki karakter yang lebih baik,” ujar Suwirta.

Program “Sehari Belajar di Luar Kelas” merupakan amanat konvensi Hak Anak dan UU tentang Perlindungan Anak, bahwa negara menjamin dan melindungi hak anak dan memastikan bahwa satuan penididikan mampu mengembangkan minat dan bakat serta mempersiapkan anak untuk mampu bertanggung jawab kepada kehidupan yang toleran dan saling menghormati dan bekerjasama bagi terciptanya kemajuan dan semangat perdamaian. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh satuan pendidikan mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK serta SLB. Kegiatan yang wajib dilaksanakan diantaranya menyanyikan lagu Indonesia Raya, sarapan bersama, membaca buku di luar kelas, senam GERMAS, permainan tradisional, deklarasi sekolah ramah anak dan beberapa kegiatan lainnya. *dar

BAGIKAN