Bank Diharapkan bisa Atasi Krisis

Kondisi ekonomi global masih akan mempengaruhi perekonomian dalam negeri.

26

Denpasar (bisnisbali.com) –Kondisi ekonomi global masih akan mempengaruhi perekonomian dalam negeri. Kondisi ini menuntut pula agar perbankan bisa mengatasi berbagai krisis baik dari pengaruh global maupun risiko internal yaitu rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL).

“Kondisi ekonomi global tidak hanya dirasakan di dalam negeri melainkan negara lain juga terpengaruh,” kata pemerhati ekonomi dan perbankan, Wayan Ardanta, M.M. di salah satu seminar, di Sanur, Kamis (7/11) kemarin.

Ia mengatakan, salah satu pengaruh global yaitu naik turunnya suku bunga The Fed, kendati saat ini mengalami penurunan, sehingga tidak ada lagi yang harus dikhawatirkan. Di luar itu, likuiditas juga masih ketat meski Bank Indonesia (BI) turunkan suku bunga acuan. Di sinilah para pengelola bank harus melakukan stress test agar bisa mengatasi krisis.

Perbankan diharapkan harus terus berupaya mempertahankan kinerjanya, khususnya pada penyaluran kreditnya. Optimistis pertumbuhan kredit industri perbankan pada 2019 akan membaik harus terus dipegang, kendati pada awal tahun lalu pertumbuhannya relatif melambat.

“Kondisi perbankan sudah membaik saat ini meski suku bunga belum juga turun. Ini berarti industri perbankan harus mampu menunjukkan kinerja dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap, pertumbuhan penyaluran kredit perbankan perlu untuk terus dijaga agar tetap dapat bergerak positif sesuai rencana bisnis bank yang telah ditetapkan. Jangan sampai, pertumbuhan penyaluran kredit mengalami kemunduran atau stagnan. Untuk itu, pengelola bank harus melakukan berbagai terobosan untuk menjaga pertumbuhan penyaluran kredit.

“Sudah saatnya perbankan untuk dapat memperbaiki pertumbuhan penyaluran kreditnya dibandingkan tahun lalu. Tahun ini rata-rata bank menargetkan pertumbuhan kredit 20 persen,” katanya.

Sistem kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan kredit harus lebih dimantapkan tanpa meninggalkan sektor UMKM sebagai sektor yang perlu mendapat perhatian bank.

Hal sama dikatakan mantan Dirut Bank Sinar IB Kade Perdana. Kata dia, kredit masih akan tumbuh asalkan perbankan fokus pada pelayanan dan kehati-hatian. Ia menyarankan, langkah kongkret yang dilakukan perbankan adalah memperkuat keunggulan bersaing  dengan mengapresiasi efisiensi di segala lini tanpa mengurangi peluang meraih nilai tambah. Menciptakan pelayanan prima dengan inovasi lebih baik dari pesaing, mempertahankan nasabah prima, menciptakan daya tarik yang unik dan memperkuat loyalitas pelanggan dengan mengintensifkan sentuhan sesuai budaya dan adat-istiadat. *dik

BAGIKAN