Beri Kemudahan Dalam Perizinan, Diskop dan UMKM Denpasar Sosialisasikan OSS

Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM) Kota Denpasar mensosialisasikan pengurusan perizinan terintegrasi secara elektronik atau sering disebut dengan online single submission (OSS).

15
OSS - Pengurus koperasi di Denpasar mengikuti sosialisasi OSS yang berlangsung di gedung Madu Sedana, Sanur, Denpasar, rabu (6/11) kemarin.

Denpasar (bisnisbali.com) –Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM) Kota Denpasar mensosialisasikan pengurusan perizinan terintegrasi secara elektronik atau sering disebut dengan online single submission (OSS). Peraturan baru dalam mengurus perizinan berusaha ini memberikan kemudahan bagi pengurus koperasi dalam pengurusan izin badan usaha baru ataupun perubahan anggaran dasar anggaran rumah tangga (ADART) koperasi yang sudah berjalan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadharma Sena di sela-sela acara yang berlangsung di Gedung Madu Sedana, Sanur, Denpasar, Rabu (6/11) kemarin mengatakan, terhadap peraturan baru dalam kepengurusan izin ini, perlu dilakukan sosialisasi kepada pengurus koperasi yang selanjutnya informasi akan disebarluaskan. Peraturan baru ini dijelaskannya, terkait pengurusan izin baik untuk badan usaha baru ataupun terhadap koperasi yang sudah berjalan saat ini bisa langsung kepada Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). “Sebelumnya kan harus melalui Dinas Koperasi dulu yang selanjutnya ke Kementerian Koperasi baru ke Kemenkumham. Sekarang sudah bisa langsung setelah ke notaris langsung ke Kemenkumham, tidak lagi rekomendasi Dinas Koperasi,” ujar Erwin.

Hal ini, kata Erwin, sangat mempermudah koperasi saat ingin mengurus perizinan baru ataupun bagi badan usaha baru yang mau berdiri. Demikian dikatakannya, ini merupakan upaya pemerintah dalam mempercepat investasi di dalam negeri untuk mempercepat pertumbuhan dan pengembangan usaha. “Oleh karena itu, kami mengundang pengurus koperasi untuk mendapatkan informasi ini,” ujarnya.

Dengan keberadaan OSS yang memberikan kemudahan bagi pengurus koperasi ataupun masyarakat diharapkan mampu mengembangkan bisnis nantinya. Selain mampu menumbuhkan badan usaha baru yang bersifat koperasi, koperasi yang sudah berjalan dikatakannya juga lebih mudah dalam pengembangannya. “Misalnya koperasi yang sebelumnya bergerak di simpan pinjam, karena melihat usahanya berkembang, ingin mengubah usaha menjadi koperasi serba usaha. Hal ini akan lebih mudah dilakukan dengan adanya peraturan baru melalui sistem OSS ini,” jelasnya.

Sosialisasi OSS ini mendatangkan  Asisten Deputi Peraturan Perundang-undangan Kemenkop dan UKM Hendra Saragih. Sosialisasi dihadiri kurang lebih 300 pengurus koperasi di Kota Denpasar. *adv

BAGIKAN