Bali Diminta Tambah Infrastruktur Pariwisata

Selain masalah kebersihan, tingginya tingkat kemacetan di kawasan sentral pariwisata Bali menurunkan kenyamanan wisatawan.

20
BERLIBUR -Wisatawan mancanegara  yang berlibur ke Bali.

Mangupura (bisnisbali.com)-Selain masalah kebersihan, tingginya tingkat kemacetan di kawasan sentral pariwisata Bali menurunkan kenyamanan wisatawan. Ketua Alumni Program Doktor Pariwisata Universitas Udayana, Panudiana Kuhn Rabu (6/11) menilai pemerintah mesti menambah infrastruktur guna meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berlibur ke Bali.

Dalam program pariwisata berkelanjutan pariwisata Bali berharap dapat mengaet semakin banyak wisatawan berkualitas ke Bali. Hanya saja, untuk meningkat kualitas wisatawan yang berlibur ke Bali tidaklah mudah.

Kuhn menjelaskan, untuk mengaet wisatawan berkualitas maka destinasinya mesti berkualitas terlebih dahulu. Destinasi berkualitas tentu didukung fasilitas jalan untuk sektor  pariwisata yang memadai.
Dipaparkannya, pusat kemacetan terutama terlihat di kawasan Bali Selatan. Untuk itu, pemerintah perlu menambah infrastruktur  jalan di Kawasan Bali Selatan.

Pemerintah perlu menambah jalan underpass di simpang Siur Benoa, Jimbaran, Kerobokan dan Kuta. Pusat-pusat kemacetan harus diatasi dengan underpass atau jalan layang. ” Di Pusat Kota Denpasar, Jalan Cokroaminoto ke Ubung perlu fasilitas underpass,” ucapnya.
Dewan Pembina Apindo Bali ini melihat untuk membangun infrastruktur jalan membutuhkan dana besar. Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota mesti bersinergi dengan pemerintah pusat untuk membangun infrastrukur jalan.

Panudiana Kuhn menambahkan dari kawasan Kuta ke Tanah Lot perlu dibuatkan jalan tol. Hampir  jutaan wisatawan merasakan suasana macet saat berkunjung ke Tanah Lot. “Penambahan infrastrukur dan penurunan tingkat kemacetan akan menjadi salah satu syarat untuk menggaet wisatawan berkualitas untuk berlibur ke Bali ,” tegasnya. *kup

BAGIKAN