Angka Pengangguran Terbuka di Bali Meningkat 0,15 Poin

HASIL  survai  angkatan  kerja  nasional  (Sakernas) menunjukkan  adanya penurunan jumlah angkatan kerja bila dibandingkan dengan Agustus 2018.

8

Di tengah makin gencarnya tawaran sejumlah sekolah dengan mengiming-imingi mampu mencetak lulusan andal, ternyata belum maksimal berkontribusi pada angka pengangguran di Bali. Terbukti BPS Bali mencatat jumlah pengangguran terbuka pada Agustus 2019 mengalami peningkatan 0,15 poin dibandingkan Agustus 2018. Lalu lulusan dari pendidikan apa yang berkontribusi pada angka pengangguran tersebut?

HASIL  survai  angkatan  kerja  nasional  (Sakernas) menunjukkan  adanya penurunan jumlah angkatan kerja bila dibandingkan dengan Agustus 2018. Pada Agustus 2019,  3.338.767 orang tercatat sebagai penduduk  usia  kerja (penduduk  berusia  15 tahun  ke atas).  Dari jumlah  tersebut, ada 2.466.230 orang tercatat sebagai  angkatan  kerja  (penduduk  usia  kerja  yang  siap  bekerja  atau  membuka  usaha)  dan  872.537  orang  tercatat  sebagai  bukan  angkatan  kerja  (penduduk  usia  kerja  dengan kegiatan  sekolah,  mengurus  rumah  tangga,  dan  kegiatan  lainnya).

Dari  total  angkatan  kerja,   2.428.679 orang (98,48 persen) tercatat sebagai penduduk bekerja sedangkan 37.551 orang (1,52 persen) tercatat sebagai penduduk yang menganggur. Tingkat  partisipasi  angkatan  kerja  (TPAK) tercatat 73,87 persen Agustus  2019, turun -2,91  poin  dibandingkan  dengan  TPAK  Agustus  2018  yang  tercatat  76,78  persen. Di sisi lain itu, TPT pada  Agustus  2019  yang tercatat 1,52  persen,  meningkat  0,15  poin  dibandingkan  TPT  Agustus  2018  yang  tercatat 1,37 persen.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Bali, Dedi Cahyono mengungkapkan, penduduk  bekerja menurut lapangan  pekerjaan di  Provinsi  Bali pada  Agustus  2019, didominasi  oleh  lapangan  pekerjaan kategori  G (perdagangan  besar  dan  eceran, reparasi  dan perawatan  mobil  dan  sepeda  motor) yang  tercatat  19,43  persen (471.799 orang). Imbuhnya, meski  lapangan pekerjaan  ini tercatat menyerap tenaga kerja dengan jumlah  terbanyak, jumlah  penduduk  yang bekerja di lapangan pekerjaan ini menurun hingga -6,03  persen dibandingkan Agustus 2018 yang tercatat 502.064 orang.

Selanjutnya, lapangan pekerjaan kategori A (pertanian, kehutanan dan perikanan)  pada Agustus 2019 tercatat menyerap tenaga kerja 458.430 orang (18,88 persen). Katanya, jumlah penduduk  yang bekerja di lapangan pekerjaan ini menurun -8,54 persen dibandingkan Agustus 2018 yang tercatat 501.235 orang.

Di sisi lain, paparnya, jumlah penduduk yang bekerja di lapangan pekerjaan kategori C (industri pengolahan) tercatat 364.397 orang (15,00 persen). Penduduk yang bekerja pada lapangan  pekerjaan ini menurun -0,08  persen dibandingkan  Agustus 2018 yang tercatat 364.685 orang. Kondisi  yang  berbeda  ditunjukkan  oleh  penduduk yang  bekerja  pada  lapangan  pekerjaan kategori I (penyediaan  akomodasi  dan  makan  minum) yang tercatat  meningkat  0,04 persen dibandingkan Agustus 2018. Katanya, lapangan pekerjaan ini menyerap tenaga kerja 318.711 orang (13,12 persen) pada Agustus 2019.

Jelas Dedi, dikaitkan dengan penduduk bekerja menurut pendidikan, tampaknya tingkat pendidikan menentukan kualitas dari tenaga kerja yang tersedia. Itu tercermin berdasarkan Sakernas Agustus 2019, penduduk yang bekerja didominasi oleh pekerja dengan pendidikan tertinggi yang ditamatkan SD ke bawah meskipun angkanya mengalami penurunan di setiap tahun.

“Jumlah pekerja yang berpendidikan SD ke bawah mengalami penurunan -2,04 persen dari 833.132 orang pada Agustus 2018 menjadi 816.134 orang pada Agustus 2019,” tuturnya.

Selanjutnya, jumlah pekerja dengan pendidikan universitas tercatat 301.515 orang, mengalami penurunan -2,88 persen bila dibandingkan dengan Agustus 2018 yang tercatat 310.446 orang. Sementara itu, TPT menurut pendidikan secara umum di Provinsi Bali tercatat 1,52 persen pada Agustus 2019, meningkat 0,33 poin bila dibandingkan TPT Februari 2019 yang tercatat  1,19 persen.

Tambahnya, dibandingkan TPT Agustus 2018 yang tercatat 1,37 persen, TPT Agustus 2019 meningkat 0,15 poin. Berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan, TPT terendah tercatat pada tingkat pendidikan SMP ke bawah 0,54 persen. Di sisi lain TPT pada pendidikan Diploma

I/II/III merupakan TPT tertinggi dengan persentase hingga 4,03 persen.

“Selanjutnya, TPT pada pendidikan Sekolah Menengah Atas tercatat hanya 1,95 persen, Sekolah Menengah Kejuruan 2,89 persen, dan pendidikan universitas 2,01 persen,” tandasnya. *man

BAGIKAN