Sebelum Disahkan Jadi Perda, Pansus Ranperda Pangan, Sandang dan Papan Lakukan Serap Aspirasi  

Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan daerah (Ranperda)  inisiatif DPRD Badung yakni ranperda  penguatan program prioritas bidang pangan,

12
ASPIRASI - Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD Badung yakni Ranperda  penguatan program prioritas bidang pangan, sandang dan papan, Selasa (5/11) menggelar penyerapan aspirasi sejumlah komponen masyarakat untuk menyempurnakan ranperda tersebut.

Mangupura (bisnisbali.com) –Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan daerah (Ranperda)  inisiatif DPRD Badung yakni ranperda  penguatan program prioritas bidang pangan, sandang dan papan, Selasa (5/11) kemarin menggelar penyerapan aspirasi sejumlah komponen masyarakat untuk menyempurnakan ranperda yang akan disahkan oleh pemerintah pada November ini.

Hadir dalam  serap aspirasi tersebut  Ketua Pansus Ranperda Inisiatif Penguatan Program Prioritas Bidang Pangan, Sandang dan Papan, Nyoman Dirgayusa didampingi anggota I Gusti Anom Gumanti, IGA Trimafo Yuda, I Gusti Lanang Umbara, Ida Bagus Arga Patra dan Ida Bagus Sunarta. Dari kalangan masyarakat yakni para pekaseh, perbekel, Asperinda.

Ada sejumlah masukan dari sejumlah komponen masyarakat dan kebanyakan itu terkait penyelamatan  ruang pertanian di Kabupaten Badung. “Kami harapkan ranperda ini bisa melindungi lahan kami dan kami tunggu penjabarannya di lapangan melalui perda ini. Saya bangga bahwa inti dari aturan ini untuk mendukung serta mengangkat harkat martabat petani yakni dari pemberdayaan hingga perlindungan petani,” ujar salah satu pekaseh di Kecamatan Mengwi, Made Suka.

Ketua Pansus Nyoman Dirgayusa mengatakan,  yang lebih banyak disoroti adalah alih fungsi  lahan  pertanian yang dalam kenyataannya  saat ini alih fungsi  sawah sekarang mejadi perumahan serta  sarana pariwisata. Tetapi hal itu akan diselaraskan dalam ranperda ini. “Maksud dari pembentukan ranperda sandang, pangan dan papan ini adalah, bagaimana kita menjaminkan masyarakat Badung terpenuhinya sandang, pangan dan papan, baik mulai dari distribusi  hasil-hasil pertanian  hingga terpenuhinya tiga prioritas pokok masyarakat Badung dalam menjalankan kehidupannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dirgayusa juga mengatakan,  ranperda ini juga memuat perlindungan lahan pertanian yang berkelanjutan. “Setelah lahannya kita lestarikan, petaninya kita sejahterakan, dan program-progam untuk petani ini juga kita prioritaskan. Dengan adanya payung hukum seperti ini, penguatan pertanian di Badung lebih pasti karena sudah ada legalitasnya,” terangnya. *adv

BAGIKAN