Pariwisata Bali mesti Kontrol Sampah di Sungai

Wisatawan mancanegara (wisman) yang sebagian besar berlibur ke Bali menikmati wisata pantai.

15
SAMPAH-Tangani Sampah di Sungai, Trash booms secara efektif dapat menghentikan sampah masuk ke sungai, saluran air, dan pantai Bali.

Mangupura (bisnisbali.com)-Wisatawan mancanegara (wisman) yang sebagian besar berlibur ke Bali menikmati wisata pantai. Deputi IV Kemenko Kemaritiman, Syafri Burhanuddin belum lama ini mengatakan untuk menampilkan wisata pantai yang asri pariwisata Bali mesti mengontrol sampah di darat yang terbuang melalui sungai.

Pantai di Bali khusus Pantai Kuta dan sekitarnya pada Januari-Februari akan kembali terancam dipenuhi sampah kiriman. Sampah kiriman ini antara lain bersumber dari darat. Sampah dari darat wajib dikontrol di sungai. Ini untuk memastikan tidak ada sampah di buang ke laut melalui sungai di Bali.

Jika Bali sudah optimal mengontrol sampah di sungai masih ada sampah kiriman dari daerah lain di pesisir pantai di Bali itu. ” Ini bukan sampah di Bali melainkan sampah kiriman dari luar Bali,” nilainya.
Pemerintah bersama sektor swasta membantu masyarakat guna mengurangi sampah plastik. Ini termasuk pelaku pariwisata bisa menyadarkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.
Indonesia dimasukan sebagai salah satu penghasil sampah di dunia. Sekitar 700 ribu ton sampah yang masukan ke laut tiap tahun.
Dari 700 ribu ton sampah yang dibuang ke laut sekitar 80 persen bersumber dari darat. Sekitar 20 persen bersumber dari kapal laut.

Untuk mengurangi sampah bersumber dari darat agar tidak dibuang ke laut dibutuhkan metode yang tepat. Metode yang paling mudah secara teknis mengambil sampah tersebut di darat sebelum terbuang ke laut.
Adanya penjarigan sampah di sungai untuk mencegah sampah terbuang ke laut. Dengan pengambilan sampah di sungai diharapkan bisa menyadarkan masyarakat.

Syafri Burhanuddin meyakinkan untuk mengurangi pembuangan sampah ke laut perlu merubah pola pikir untuk menjaga kebersihan. Ini termasuk merubah pola pikir untuk tidak membuang sampah ke sungai.
“Dengan penjaringan sampah dan pengangkutan sampah di sungai serta diberitakan setiap saat bisa meyakinkan masyarakat bahaya membuang sampah ke sungai,” ucapnya.

Sekretaris Kecamatan Kuta Utara, Putu Eka Parmana mengatakan sistem Trash booms dari Gary Benchegib, diharapkan bisa maksimal menangani sampah di sungai sehingga tidak terbuang ke laut. Inj juga perlu dikoordinasikan dengan DLHK dan Balai Pengairan Wilayah Bali.  Pemasangan alat penahan sampah di sungai juga perlu diperkuat tenaga pengangkut sampah. Sektor swasta termasuk kalangan pariwisata bisa membantu penyiapan tenaga untuk membantu penanganan sampah di sungai.

Ia menjelaskan penanganan sampah di Kecamatan Kuta Utara bekerja sama dengan eco Bali termasuk guna mengolah sampah plastik. Kabupaten Badung sudah memprogram gerakan serentak badung bersih (Gertak) rutin tiap bulan sekali tiap Jumat.

Sementara untuk di Kecamatan dan Kelurahan di Kabupaten Badung melakukan kegiatan kebersihan seminggu sekali tiap Jumat. Ini sebagai contoh aparat pemerintah peduli lingkungan. Program gertak mengawali Kabupaten Badung mengelola sampah secara mandiri. Tiap lingkungan/banjar dilengkapi bank sampah, di mana pengelolaan sampah plastik dikersamakan dengan Eco Bali,” jelas Putu Eka.*kup

BAGIKAN