Kemasan Angkat Nilai Jual

KEMASAN ternyata sangat penting peranannya dalam mengangkat nilai jual suatu produk

17

KEMASAN ternyata sangat penting peranannya dalam mengangkat nilai jual suatu produk. Bahkan dengan kemasan yang apik dan modern serta cantik dipandang mampu membuat produk tertentu berada di segmen pasar yang lebih baik, seperti pasar modern atau swalayan serta di toko oleh-oleh sebagai bingkisan atau buah tangan bagi para wisatawan. Hanya saja pelaku usaha kita saat ini masih belum memperhatikan hal ini dan masih menganggap remeh pentingnya kemasan yang baik.
Pengamat Ekonomi Profesor Gede Sri Dharma menilai, secara keseluruhan UMKM di Bali kondisinya sangat ironis sekal nasibnya, tidak banyak UMKM yang berhasil menjadi besar. “Salah satu penyebabnya selain permodalan juga disebabkan oleh kualitas SDM serta tidak mampu untuk mengikuti perubahan, apalagi saat ini pemasaran konvensional sudah mulai ditinggalkan da tidak diminati, dan sudah beralih ke digital marketing sudah menjadi keharusan bagi UMKM sekarang,”  ujarnya.
Berbenah untuk bisa bertahan penting untuk para pelaku UMKM, guru besar murah senyum ini mengatkan pembenahan bisa diawali dari proses pengemasan “Pengemasan atau packagig sangat menentukan nilai jual sebuah produk, Jika produk dikemas dengan baik ibarat tubuh yang dibalut dengan pakaian yang indah bak gadis cantik, dengan penampilan yang baik dan menarik pasti akan banyak peminatnya,” terang Gede Sri Dharma.
Hanya sekarang yang harus terus dibenahi adalah kesiapan pelaku UMKM dengan perubahan berbasis digital di mana produk yang diproduksi harus dibalut dengan teknologi dan dipasarkan secara online, dengan demikian keberadaan UMKM akan bisa bersaing dengan produk produk besar lainnya.
Pernyataan pengamat ekonomi ini juga disetujui oleh pengelola inkubator bisnis Universitas Udayana Sayu Ketut Sutrisna Dewi, S.E.,Ak.,M.M., pihaknya mengatkan hingga saat ini UMKM masih belum kreatif dalam urusan pengemasa produk, sehingga produk buatannya yang sebenarnya memiliki kualitas atau rasa yang bagus tidak bisa dipasarkan lebih luas.
“Untuk menilai suatu produk biasanya orang akan melihat keomasannya dulu, seperti ungkapan dari mata turun ke hati yang artinya orang akan melihat kemasan yang menarik untuk kemudian ingin membeli atau mencobanya. Dan bahkan ada juga konsumen yang karena saking cantiknya suatu kemasan hingga tidak rela untuk membuka kemasannya sehingga artinya secara tidak langsung akan meningkatkan velue atau nilai dari sebuah produk. Tak jarang pula produk yang biasa atau pasaran seperti keripik singkong namun setelah dikemas dengan baik dari yang sebelumnya dijual di pasar asar atau warung bisa dikembangkan ke pasar oleh-oleh atau super market,” jelasnya.
Dengan peningkatan nilai yang didapatkan suatu produk dari kemasan yang cantik pastinya akan meningkatkan nilai jual dan jumlah produksi dari pelaku IKM kita, sehingga untuk mewujudkan ini peran pemerintah sangatlah penting, khususnya dibidang pendampingan dan pelatihan. Sayu Sutrisna Dewi mengatakan, misalnya ketika memberikan dana hibah kepada UKM agar digunakan untuk memperbaiki desain dan produksi kemasan, mendrong tumbuhnya usaha di bidang desain komunikasi visual, serta membuka jurusan komunikasi visual di lembaga pendidikan. Dengan formatur yang tepat para pelaku IKM ini pasti akan bisa bertahan dan mengembangkan usahanya.
“Dibandingkan dengan produk yang dikemas basa saja atau seadaya, produk yang dikemas dengan baik dan sungguh sungguh memiliki pangsa pasar yang lebih luas selain nilai dari segi rupiahnya pun akan makin tinggi, apalagi pembeli dewasa ini memang sangat memperhatkan kemasan karena pastinya akan berdampak pada produknya, artinya dengan pengemasan yang cantik produknya pun pasti akan berkualitas,” terang Sayu Sutrisna Dewi.

Pastinya apabila kemasan ini menarik dan cantik sesuatu yang biasa akan dirubah menjadi istimewa, apalagi saat ini penjualan tidak hanya konvensional namun lebih banyak memanfaatkan pasar online, karena dirasa lebih praktis dan ekonomis. Dengan tampilan produk yang bags pastinya akan terlihat memiliki kelas di pasar digital. *ita

BAGIKAN