BPR Tawarkan Layanan Berbasis “Fintech”

Dalam era digital, bank perkreditan rakyat (BPR) mesti makin memperkuat perangkat teknologi informasi (TI).

20
BPR harus memberikan layanan berbasis TI dan menggarap nasabah loyal.  

Mangupura (bisnisbali.com) –Dalam era digital, bank perkreditan rakyat (BPR) mesti makin memperkuat perangkat teknologi informasi (TI). Dengan TI yang kuat, BPR bisa mengikuti penerapan sistem financial technology (fintech) peer to peer lending.

Ketua Yayasan Perbarindo Bali, Ketut Wardana, Selasa (5/11) mengatakan, fintech sepenuhnya berbasis teknologi. Dengan penguasaan teknologi terbatas, BPR tidak bisa langsung memberikan layanan seperti fintech.

Ia menjelaskan, di era digital BPR di Bali mesti tertantang untuk memperkuat perangkat TI dan diikuti penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang bisa mengoperasikan perangkat TI.

Wardana memaparkan, penerapan teknologi ini tentu akan diikuti risiko. BPR dituntut menerapkan manajemen risiko guna memitigasi risiko yang ada dari imbas penerapan TI.

Ia mengatakan, BPR juga tidak bisa tutup mata dengan tuntutan peningkatan layanan  dari nasabah. Masyarakat dan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) membutuhkan kecepatan layanan dengan berbasis TI.

Menurut Wardana, BPR bisa saja bersinergi dengan fintech yang sudah berkembang untuk memperkuat perangkat TI dan memberikan layanan berbasis TI bersama fintech. BPR juga bisa secara mandiri memperkuat perangkat TI.

Layanan berbasis TI ini mengikuti kebutuhan nasabah, sehingga tidak mubazir. Kemudahan layanan berbasis TI diharapkan bisa memanjakan nasabah BPR.

Wardana menambahkan, ketika nasabah merasa nyaman dengan pelayanan BPR, mereka tidak akan beralih ke industri keuangan lain. Masyarakat dan UMKM yang menggunakan produk BPR akan tetap menjadi nasabah loyal dari industri BPR di Bali. *kup

BAGIKAN