Tingkatkan Daya Saing SDM, Diskop dan UMKM Denpasar Gelar FGD, Teknologi dan Budaya Jadi Fokus Pembicaraan  

Dalam upaya menghadapi persaingan pada era revolusi industri (RI) 4.0, Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM Kota Denpasar menggelar focus discussion group (FGD) yang membahas soal teknologi dan budaya.

17
FGD - Suasana FGD koperasi di Kota Denpasar yang digelar di Gedung Madu Sedana, Sanur, Denpasar, Senin (4/11).

Denpasar (bisnisbali.com) –Dalam upaya menghadapi persaingan pada era revolusi industri (RI) 4.0, Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM Kota Denpasar menggelar focus discussion group (FGD) yang membahas soal teknologi dan budaya. FGD yang berlangsung di Gedung Madu Sedana Sanur Denpasar, Senin (4/11) diikuti pengurus koperasi se-Kota Denpasar.

Adapun dalam FGD ini mendatangkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, mulai dari pengamat ekonomi, pengamat budaya, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Denpasar IGN Eddy Mulya, Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra, Asdep Deputi Pengembangan Kementerian Koperasi dan UKM Akhmad Junaidi hingga Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta selaku tokoh yang suskes dalam mengelola koperasi.

Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadharma Sena saat ditemui pada sela-sela acara mengatakan, dalam upaya meningkatkan SDM pengurus koperasi, peran penting teknologi komunikasi memang harus dikuasai, namun di sisi lain juga harus diimbangi dengan dengan kearifan lokal.

Ia mengatakan, masyarakat di Bali memiliki budaya-budaya lokal yang patut diadopsi untuk mengatasi persaingan pada era digitalisasi saat ini. “Hal ini yang membuat kami menghadirkan pakar-pakar budaya dalam acara hari ini,” ujarnya.

Budaya yang dimaksud, kata Erwin, adalah budaya dalam arti luas, seperti budaya kerja, budaya disiplin dan budaya-budaya lainnya yang dimiliki masyarakat (local genius). “Apabila ini bisa berjalan, iptek dan budaya itu sendiri bisa saling bersinergi, saya yakin koperasi bisa akan bersaing menghadapi 4.0. Kami harapkan melalui FGD yang diikuti oleh pengurus-pengurus koperasi akan ada suatu solusi atau pemikiran positif dari teman-teman di gerakan koperasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Bidang Pengawasan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, I Gusti Ayu Yoni mengatakan, FGD ini juga dilatarbelakangi upaya meningkatkan kinerja dan profesionalisme SDM koperasi dalam geliat Denpasar sebagai kota budaya. “Inovasi yang diciptakan oleh gerakan koperasi harus pula berorientasi untuk mendukung program smart city Kota Denpasar yang salah satu dimensinya yaitu smart creativity dan smart philosopy. Maka nilai-nilai kearifan lokal harus diadopsi dalam berbagai aspek kreativitas, terlebih lagi Denpasar yang sedang menata pembangunan sebagai kota budaya,” katanya.FGD ini berlangsung selama sehari yang diikuti 100 orang pengurus koperasi di Kota Denpasar. *adv

BAGIKAN