Sawit masih Jadi Pendapatan Terbesar Indonesia

Indonesia menjadi penghasil sawit terbesar di dunia serta sawit menjadi pendapatan tertinggi dari sektor nonmigas Indonesia.

24
AMAZING - Kegiatan Bali Amazing Race Sawit Hunt yang menyasar ratusan mahasiswa dari perguruan tinggi di Bali.

Tangkal Isu Negatif untuk Pertahankan Pasar

Denpasar (bisnisbali.com) –Indonesia menjadi penghasil sawit terbesar di dunia serta sawit menjadi pendapatan tertinggi dari sektor nonmigas Indonesia. Banyak produk turunan dari sawit yang ditemukan di sekitar kehidupan masyarakat termasuk biodiesel yang awal tahun 2020 penggunaan B30 (campuran 30 persen biodiesel pada solar)  akan digencarkan sebagai percepatan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

Ini dikatakan turut menjadi ancaman bagi negara-negara maju yang telah menciptakan produk minyak nabati lainnya, seperti Uni-Eropa sebagai negara tujuan ekspor besar Indonesia. Negara ini diduga membuat adanya  isu negatif terhadap penggunaan sawit, seperti sawit penyebab kebakaran hutan, mengancam kehidupan orang utan serta munculnya penyakit-penyakit yang disebabkan oleh konsumsi sawit. Di Bali beberapa produk yang bertuliskanpalm oil free (bebas minyak sawit) mulai ditemukan sebagai kampanye negatif sawit.

Hal tersebut terungkap pada acara Bali Amazing Race Sawit Hunt yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kepala Sawit di Renon,  Sabtu (2/11) lalu. Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Topan Mahdi mengatakan, sebelumnya, Uni-Eropa sudah menaikkan tarif cukai sawit di negaranya sebagai upaya pengurangan ekspor sawit.

Dikatakannya, sawit menjadi pendapatan terbesar Indonesia yang tahun 2018 mencapai Rp30 triliun. Hingga saat ini, diakuinya memang belum ada terjadinya penurunan pendapatan dari sawit akibat isu-isu negatif sawit, namun sempat terjadi penurunan harga pada tahun 2017.

Topan Mahdi mengatakan, antisipasi harus dilakukan,  sehingga pihaknya ke daerah-daerah guna memberikan informasi serta edukasi terhadap masyarakat khususnya generasi muda paham terhadap kegunaan sawit. “Untuk itu dalam kegiatan yang menyasar generasi milenial ini, kami ingin mengajak generasi muda agar paham terhadap sawit, dan mencintai sawit serta mampu jadi duta-duta sawit nantinya. Sawit hingga saat ini masih menjadi pendapatan terbesar Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Head  Corporate Communication Sinar Agribusiness and Food Dian Mulan PS Murniadi mengatakan, banyak produk turunan dari sawit, seperti makanan berupa minyak goreng, margarin, mentega, hingga mie instan. Produk kecantikan dan kosmetik berupa lipstik, sampo, lalu sabun serta energi terbarukan yang dihasilkan dari sawit berupa biodiesel.

Terkait orang utan yang terkena dampak akibat pembabatan hutan dalam menanam kelapa sawit, pihaknya mengklaim telah melakukan konservasi terhadap orang utan. “72 hektar dari lahan yang kami miliki, itu kita jaga untuk wilayah konservasi dan tidak digunakan untuk perkebunan kelapa sawit. Ini untuk keseimbangan alam yang ada di wilayah yang kami pergunakan untuk perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Perusahaan  BPDP Kepala  Ahmad Maulizal Sutawijaya, mengatakan, selain menyasar generasi milenial, Bali sebagai daerah pariwisata juga sangat penting diberikan informasi-informasi yang benar terhadap sawit, termasuk kepada ekspatriat-ekspatriat yang ada di Bali. “Kita sebarkan dulu informasi-informasi yang benar terhadap sawit, nantinya meraka akan lebih paham untuk memilah mana informasi yang benar dan tidak,” ujarnya.  *wid

BAGIKAN