LP-LPD Buleleng Tekankan Manajemen Analisa Kredit

Karena bagaimanapun juga jika sampai terjadi kasus kredit macet, lembaga keuangan akan berpotensi tidak memperoleh pendapatan atau bahkan menimbulkan kerugian

12

KREDIT merupakan urat nadi dalam lembaga keuangan baik itu bank atau lembaga keuangan bukan bank. Karena bagaimanapun juga jika sampai terjadi kasus kredit macet, lembaga keuangan akan berpotensi tidak memperoleh pendapatan atau bahkan menimbulkan kerugian.

Oleh karena itu, prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit pun makin ditekankan, agar tidak sampai  menghambat perkembangan lembaga keuangan itu sendiri. Hal itu juga ditegaskan Koordinator Lembaga Pemberdayaan (LP) Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Kabupaten Buleleng, Drs. Nyoman Indrayasa, belum lama ini.

Dalam hal ini LPD sebagai lembaga keuangan di desa harus mampu menekan serendah-rendahnya angka NPL. Baik dengan manajemen analisa kredit yang lebih kredibel, juga dalam penyaluran kredit jangan semata-mata untuk mengejar target penyaluran kredit hingga mengabaikan aspek analisa kredit.

Sama halnya dengan monitoring, evaluasi dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan setiap tahunnya oleh tim pembina LPD kepada 169 LPD di Buleleng dalam hal ini LP-LPD turut di dalamnya di mana yang menjadi sasaran utama atau poin penting dalam pembinaan adalah bagaimana manajemen penyaluran kredit oleh LPD kepada nasabah atau krama benar-benar diperhatikan.

Karena tidak dapat ia pungkiri situasi ekonomi seperti sekarang ini, sangat riskan terjadinya persoalan kredit macet. Oleh karena itu pihaknya mengarahkan agar lebih meningkatkan kemampuan analisa sebelum menyalurkan kredit. “Secara umum proses manajemen kredit perlu ditingkatkan lagi, terutama ketika pengurus merealisasikan kredit kepada nasabah, kalau ini tidak bisa diperbaiki khawatir LPD akan terjadi masalah,” katanya.

Ia menambahkan, upaya menekan angka NPL selain memberikan pembinaan tentang kredit, Tim Pembina LPD Kabupaten Buleleng juga diharapkan lebih fokus memberikan pembinaan kepada kelian desa adat dalam hal ini sebagai Ketua Pengawas agar ikut membantu pengurus LPD dalam melakukan penagihan kredit  melalui sanksi adat. “Selain itu kita dari LP-LPD juga akan mengadakan standardisasi tentang manajemen kredit kepada semua LPD di Buleleng  pada 4-5 November 2019 ini,” katanya. *ira

BAGIKAN