Kedai Kopi Konsep Minimalis Jadi Tren  

Keberadaan kedai kopi atau lebih dikenal coffee shop khususnya di Denpasar saat ini kian menjamur.

19

Denpasar (bisnisbali.com) –Keberadaan kedai kopi atau lebih dikenal coffee shop khususnya di Denpasar saat ini kian menjamur. Hal ini sesuai dengan tren minum kopi sambil nongkrong yang dijalani masyarakat. Tidak hanya kalangan dewasa, remaja juga gemar mengunjungi tempat yang menyediakan berbagai jenis pilihan kopi ini.

Selain menjadi tempat nongkrong atau sekadar bersantai dengan rekan sebaya, keberadaan kedai kopi juga kerap digunakan untuk aktivitas bekerja. Kecanggihan teknologi yang didukung dengan layanan digital membuat aktivitas kerja bisa dilakukan di mana saja kapan saja, terlebih bagi generasi muda yang memiliki bisnis online tampak cukup ramai berada di kedai kopi yang menjadi pilihan.

Saat ini, tren nuansa minimalis banyak ditawarkan oleh sejumlah kedai kopi di Denpasar, bahkan ada yang memberikan potongan harga khusus bagi pengunjung coffee shop saat weekend. Pasalnya, konsep kedai kopi yang minimalis ini diyakini mampu memberikan tampilan santai dan juga menjadi tempat yang nyaman untuk nongkrong.

Owner salah satu kedai kopi dengan konsep minimalis di Denpasar, Made Satria Wianta mengakui, konsep minimalis sengaja diterapkan karena akhir-akhir ini sedang tren di industri kuliner di Denpasar.

“Ketika pelanggan memasuki kedai kopi ini, akan disambut dengan kedai yang nyaman ditambah ruangan yang bersih dan ber-AC pada bagian depannya, dan smooking area pada bagian belakang,” katanya di Denpasar beberapa waktu lalu.

Selain memperhatikan penataan ruangan yang memberikan suasana santai dan nyaman, pihaknya juga menyediakan beragam jenis kopi dengan karakter rasa kuat, seperti kopi Gayo, Bali dan lainnya. Hal ini yang akan memberikan kenyamanan bagi pengunjung. “Di samping itu untuk teman minum kopi, ada makanan ringan,” ujar Satria.

Sementara itu, pemilik kedai kopi lainnya di Denpasar, Irfan Afandi mengatakan, terbentuknya kedai kopi tersebut terinspirasi dari musik metal yang merupakan aliran musik kegemaran pemilik. “Sehingga desain dari tempat ini sangat lekat dengan musik metal,” ujarnya.

Ia memiliki sebanyak 16 jenis olahan kopi, mulai dari kopi latte, espresso hingga single origin. Secara umum, jenis kopi yang tersedia cukup beragam, namun semuanya adalah jenis kopi dalam negeri seperti Aceh Gayo, Flores, Bali dan lainnya. *wid

BAGIKAN