Hospital Ambassador RSBM Dukung Program JKN-KIS 

Untuk mewujudkan jaminan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi merupakan tujuan dari program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

28

Denpasar (bisnisbali.com) – Untuk mewujudkan jaminan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi merupakan tujuan dari program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Oleh karena itu diperlukan pelayanan kesehatan yang berkualitas, mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL).

Salah satu FKRTL di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Denpasar yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada peserta JKN-KIS adalah RSUD Bali Mandara (RSBM). RSBM telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Denpasar sejak 25 Oktober 2017.

Salah satu pekerja yang juga Hospital Ambassador dari RSBM, Ida Ayu Putu Mas Mahaning sangat mengapresiasi program JKN-KIS. Dirinya dan rekan-rekan kerjanya selalu berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien dan peserta JKN-KIS.

“Keberadaan program JKN-KIS sangat dirasakan kemudahannya oleh pasien terutama pasien yang kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal dan holistik sesuai dengan diagnosis medis,” ungkap Mas.

Hal senada disampaikan Hospital Ambassador lainnya, I Made Yudha Prawira. Dirinya mengakui kemudahan dalam mengakses pelayanan kesehatan dengan JKN-KIS dan pelayanannya yang adil tanpa membeda-bedakan status sosial. “Kemudahan ini dirasakan oleh sebagian besar pasien dengan penyakit Vitiligo dan Psoriasis Vulgaris yang proses pengobatannya hanya bisa dilakukan di RSUD Bali Mandara dan harus mendapatkan penanganan medis setiap dua atau tiga kali seminggu, merasa sangat terbantu dengan adanya program JKN-KIS,” ujar Yudha.

Sebagai petugas kesehatan, Mas dan Yudha selalu berkomitmen untuk melayani pasien dengan sepenuh hati. Mereka juga menyampaikan kepuasannya terhadap kepraktisan program JKN-KIS pada aplikasi Mobile JKN yang sudah bisa digunakan oleh siapapun. “Di samping pelayanan medis yang berkualitas, pasien yang harus menjalani rawat inap diberikan hak pelayanan sesuai dengan kelasnya tanpa harus dipaksa untuk naik kelas,” imbuh Mas.

Mereka berharap dengan adanya program JKN-KIS maka masyarakat akan lebih sadar untuk menghargai kesehatan dengan turut berkontribusi dalam penyelenggaraan program JKN-KIS melalui pembayaran iuran yang manfaatnya sudah dirasakan langsung. *dar

BAGIKAN