Distan Tabanan Kejar 21 Ribu Kartu Tani hingga Akhir Desember

Penyerahan kartu tani kepada petani di Kabupaten Tabanan terus berlanjut.

25
Pendistribusian kartu tani untuk petani di Subak Riang Gede

Tabanan (bisnisbali.com) –Penyerahan kartu tani kepada petani di Kabupaten Tabanan terus berlanjut. Saat ini penyerahan kartu tani yang merupakan program dari pemerintah pusat ini disalurkan untuk petani di Subak Riang Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan mencapai 436 kartu tani. Rencananya nanti hingga akhir Desember sudah ada 21 ribu petani di Tabanan yang mengantongi kartu tani.

“Hari ini untuk di Subak Riang Gede, kami bagikan 436 kartu tani. Artinya, dengan penyerahan kartu tani ini, total kartu tani yang sudah diserahkan ke petani di Tabanan ada sekitar 800 kartu tani, dari total 3.200 kartu tani yang diajukan ke Kementerian Pertanian (Kementan),” tutur Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Putu Wiadnyana, di sela-sela pembagian kartu tani di Kantor Desa Riang Gede Tabanan, Senin ( 4/11).

Terangnya, setelah Subak Riang Gede, rencana hal sama akan dilanjutkan menyasar Pupuan, dan daerah lainnya. Imbuhnya, penyerahan kartu tani ini tergantung kesiapan anggota subak, pihak perbankan dan petugas penyalur.“Sebenarnya hari libur pun kami siap untuk menyalurkan kartu tani ini, karena kami sendiri memang dikejar waktu untuk segera menyalurkan ke petani,” ujarnya.

Jelas Wiadnyana, penyaluran kartu tani ini khususnya difokuskan pada kartu tani yang sudah diterbitkan oleh pemerintah, yakni ada sekitar 21 ribu. Akuinya, kemungkinan dengan jumlah tersebut membutuhkan waktu cukup lama mengingat pendistribusian kartu tani tidak bisa dilakukan setiap hari, karena tergantung dengan kesiapan petani (penerima kartu), pihak BNI dan petugas penyalur. Meski begitu, pihaknya berupaya mengejar 21 ribu kartu tani ini agar sudah disalurkan ke petani dan sisanya akan disalurkan pada 2020 nanti.

Di sisi lain sambungnya, pada 2020 nanti bagi petani yang belum mengantongi kartu tani karena masih proses di pusat atau  kartu taninya belum terbit, maka petani tersebut masih bisa mendapatkan hak untuk alokasi pupuk bersubsidi.

Terang Wiadnyana, terpenting petani yang belum mengantongi kartu tani ini sudah masuk dalam  pencatatan e-RDKK, sehingga nanti prosesnya akan terus di-update lagi nanti.

“Termasuk meng-update jika nantinya ada petani yang sebelumnya sudah tercatat sebagai calon penerima kartu tani, namun saat pendistribusian petani tersebut meninggal dunia. Maka pemegang kartu tani ini bisa digantikan oleh anak atau sodara,” tandasnya.

Sementara itu, Pekaseh Subak Riang Gede sekaligus penerima kartu tani, I Ketut Wija mengungkapkan, menyambut baik program pemerintah dalam bentuk kartu tani ini. Sebab, program kartu tani yang sebelumnya sudah disosialisasikan ke petani akan membuat bantuan atau subsidi diperuntukkan bagi petani menjadi tepat sasaran.

Paparnya, di Subak Riang Gede memiliki anggota mencapai 586 orang dengan total luasan lahan pertanian 274 hektar. “Sebagian besar merupakan petani padi dan saat ini sedang mempersiapkan musim tanam ketiga,” tegasnya.*man

BAGIKAN