Beras Produksi Petani Tabanan Dilirik Pasar Dubai dan Jeddah

Hasil produksi pertanian di Kabupaten Tabanan kian jadi daya tarik bagi konsumen ekspor saat ini

22
Beras katagori khusus dipasarkan oleh PD. Dharma Santika yang tengah dilirik pasar ekspor

Tabanan (bisnisbali.com) – Hasil produksi pertanian di Kabupaten Tabanan kian jadi daya tarik bagi konsumen ekspor saat ini. Betapa tidak, setelah sebelumnya kopi, kini beras produksi petani Tabanan yang dipasarkan melalu perusahaan daerah (PD) Dharma Santika ini juga tengah dilirik oleh pasar ekspor.

Direktur PD Dharma Santika, I Wayan Sugi Darmawan, di Tabanan, Minggu (3/11) mengungkapkan, permintaan pasar ekspor untuk beras ini datang dari Dubai dan Jeddah. Jenisnya adalah beras kategori khusus yang juga dalam posisi ready stok saat ini. Yakni, beras putih wangi mentik susu yang stoknya mencapai 25 ton,  juga beras merah yang stoknya ada sekitar 20 ton saat ini.

“Selain ready stok, kami sengaja menawarkan beras kategori khsus ini karena pertimbangan untuk perdagangan beras konvensional ini menyangkut dengan ketahanan pangan Bali. Sebab, jangan sampai daerah sendiri kekurangan beras, sedangkan di sisi lain kita justru ekspor beras kategori konvensional tersebut,” tuturnya.

Jelas Sugi, peluang ekspor beras kategori khusus ini merupakan salah satu hasil dari keikutsertaan PD. Dharma Santika dalam ajang Trade Expo Indonesia ke-34 di Tanggerang belum lama ini. Pihaknya pada ajang tersebut salah satunya bertemu dengan pebisnis yang merupakan penyedia layanan katering untuk Jemaah Haji.

Sambungnya, kini terkait peluang ekspor sekaligus menindaklanjuti hasil dari pertemuan tersebut, akuinya sudah mengirimkan penawaran kembali kepada calon buyer.

Katanya, saat ini dari penawaran tersebut masih berproses dalam tahap negosiasi harga, di sisi lain pihaknya juga sedang melengkapi dokumen ekspor, termasuk juga mengecek ke tingkat petani untuk produksi beras dengan katagori khusus lainnya. Tujuannya, guna mengantisipasi bila transaksi ekspor tersebut terealisasi, mengingat informasi awal dari calon buyer yang didapat akan merminta pengiriman secara kontinu nantinya.

“Di pasar ekspor untuk beras kategori khusus untuk beras putih wangi mentik susu ini, kami banderol dengan penawaran Rp20 ribu per kg belum termasuk biaya kirim. Untuk penawaran harga beras merah Rp30 ribu per kg,” ujarnya.

Sambungnya, di negara importir, beras kualitas khusus produksi petani Tabanan ini akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para peserta umroh yang berasal dari Indonesia. Bercermin dari itu, sebenarnya potensi ekspor dengan tujuan Dubai dan Jeddah ini  berpeluang juga untuk komoditi kopi, karena konsumen yang merupakan peserta umroh dari Indonesia dan penikmat kopi di negara tersebut juga cukup besar.

“Secara umum potensi ekspor untuk produk pertanian dari Tabanan ke Dubai dan Jeddah ini sangat besar. Sebab, peserta umroh dari Indonesia ini bisa mencapai 110 ribu orang per bulan, sehingga potensi pasar tersebut akan dioptimalkan nantinya,” tandasnya.*man

BAGIKAN