Kantongi 4,7 Ribu per Hari, Target Kunjungan Festival Ulun Danu Beratan  tak Tercapai

Dari ajang festival Ulun Danu Beratan ke V/2019 yang telah di tutup pada Minggu (27/10) lalu, akui Manager DTW Ulun Danu Beratan,

17

Tabanan (bisnisbali.com) –Dari ajang festival Ulun Danu Beratan ke V/2019 yang telah di tutup pada Minggu (27/10) lalu, akui Manager DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika obyek wisata yang mengandalkan keindahan danua dan pura ini hanya mampu rata-rata mengantongi angka kunjungan maksimal 4,758 per hari. Kondisi tersebut tak sesuai dengan target kunjungan yang diharapkan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti dari ajang yang menyedot dana hingga Rp 1,5 miliar ini.

“Harapan Ibu Bupati target angka kunjungan di ajang festival lalu mencapai 5.000 orang per hari. Namun, realisasinya belum bisa mencapai target, mengingat selama empat hari festival angka kunjungan berada di bawah dari angka tersebut,” tutur Mustika, Selasa (29/10).

Terangnya, namun jika dibandingkan dengan angka kunjungan hari biasanya yang berada dikisaran 2.500 orang per hari, kedatangan wisatawan yang berkunjung pada ajang festival mengalami lonjakan signifikan. Paparnya, itu tercermin dari hari pertama kunjungan wisatawan yang tercatat mencapai 3.499 orang, lanjut hari berikutnya naik menjadi 3.567 orang, pada hari ke tiga naik menjadi 3.836 orang, dan pada hari penutupan festival mencapai 4.758 orang per hari. Bercermin dari itu, selama empat hari kegiatan festival Ulun Danu Beratan ke V total kunjungan wisatawan mencapai 15.660 orang.

Di sisi lain jelas Mustika, wisatawan yang berkontribusi pada lonjakan angka kunjungan tersebut berasal dari wisatawan mancanegara (wisman). Diantaranya, wisman yang berasal dari India, dan Filipina. Katanya, selain pemandangan alam dan danau yang jadi daya tarik, wisman dari dua Negara ini tertarik datang karena adanya sejumlah pertunjukan seni dan budaya yang dipentaskan pada ajang festival tahunan tersebut.

Sementara itu, sambungnya meski mengalami lonjakan dari rata-rata kunjungan hari biasanya, pascafestival pihaknya merasa sangat berat untuk bisa mempertahankan angka kunjungan di kisaran tersebut. Pertimbangannya, pencapaian angka kunjungan saat festival lalu dicapai dengan tanpa pengenaan biaya tambahan selain tiket masuk bagi wisatawan yang datang. Jika itu kemudian dipertunjukan juga pada hari biasanya (di luar ajang festival) untuk tujuan mendongkrak angka kunjungan, maka estimasi biaya yang dimunculkan akan cukup tinggi membebani biaya oprasional DTW.

Meski begitu pihaknya, berencana akan mengupayakan cara lain dalam rangka mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke DTW Ulun Danu Beratan. Salah satunya, memanfaatkan momen akhir tahun nanti dengan menggelar open house ke pada para guide wisatawan, harapannya para guide ini bisa mendatangkan labih banyak lagi tamu atau wisatawan nantinya.

“Menggelar open house dengan para guide ini merupakan hal baru atau baru kali pertama digelar tahun ini. Ajang itu sebagai ungkapan terimakasih kami atas ikut mempromosikan DTW Ulun Danu Beratan kepada para wisatawan, sehingga nantinya kami harapkan bisa lebih banyak lagi mengantarkan tamu untuk datang berkunjung,” kilahnya.*man

BAGIKAN