Generasi Muda Inovatif, Dukung Pengembangan ”Start-up” di Era 4.0  

Mengikuti setiap perubahan dan melihat segala peluang yang ada, diharapkan mampu dilakukan generasi muda saat ini.

13
SEMINAR - Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat menjadi narasumber pada acara Denpasar Start Seminar 2019 di Prama Sanur Beach Hotel, Sabtu (26/10).

Denpasar (bisnisbali.com) –Mengikuti setiap perubahan dan melihat segala peluang yang ada, diharapkan mampu dilakukan generasi muda saat ini. Hal ini dapat dijadikan modal awal bagi tumbuh kembang start-up di era digitalisasi dan Revolusi Industri (RI) 4.0.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra saat menjadi keynote speaker pada kegiatan bertajuk Denpasar Start Seminar 2019 yang digelar Dinas Pariwisata Kota Denpasar bersama Bekraf Kota Denpasar di Prama Sanur Beach Hotel, Sanur, Sabtu (26/10).

Rai Mantra menjelaskan, anak muda yang merupakan generasi Z harus tergugah dalam melihat peluang yang ada saat ini.

Lebih lanjut dikatakan, cepatnya perkembangan arus digitalisasi tentunya harus cepat ditangkap oleh generasi muda. Dengan ilmu pengetahuan dan intuisi yang dimiliki generasi muda harus berani tampil beda, serta dapat beradaptasi dengan segala bentuk perubahan. ”Anak muda harus cepat beradaptasi, sehingga harus keluar dari kebiasaan lama, harus berpikir out of the box, jangan membenci perubahan, lihatlah perubahan tersebut sebagai sebuah peluang yang mampu kita manfaatkan. Hal inilah yang menjadi modal awal bagi tumbuh kembang start-up di era digitalisasi dan revolusi industri 4.0,” ujar Rai Mantra.

Rai Mantra kembali menekankan, segala peluang terbuka lebar dalam era digitalisasi ini. Segala kemungkinan dapat diwujudkan dengan kemampuan dalam membaca peluang yang ada. “Jadi tidak harus ada lahan yang luas, atau modal yang besar, leluhur Bali pernah mengatakan bahwa ketika tidak ada sawah yang bisa ditanami, tanamilah diri kita sendiri. Nah, inilah yang nantinya menjadi sumber kesejahteraan. Buktinya sekarang dengan kemajuan teknologi banyak usaha yang tidak memerlukan ruko dan gedung, tapi sukses luar biasa dengan memanfaatkan digitalisasi,” katanya.

Menurut Rai Mantra, saat ini di Bali sendiri terdapat 32 lebih start-up. Tentunya jumlah tersebut harus bertambah, dan generasi muda wajib menjadi pelopor dalam pengembangan start-up di Bali, khususnya Kota Denpasar. Hal ini pun harus didukung dengan kemampuan membaca dan menganalisis peluang yang ada. Biasanya peluang itu ada karena sebuah masalah. *wid

BAGIKAN