Endek Khas Desa Bengkala Diminati Pasar

Keterbatasan fisik tidak menyurutkan kreativitas dan semangat warga Desa Bengkala untuk maju dan berkarya.

15
Budawati salah satu warga kolok Desa Bengkala menenun dengan ATBM. 

Singaraja (bisnisbali.com) –Keterbatasan fisik tidak menyurutkan kreativitas dan semangat warga Desa Bengkala untuk maju dan berkarya. Meski dua persen warga Desa Bengkala mengalami tuna rungu dan tuna wicara atau masyarakat menyebutnya dengan kolok, namun mereka mampu menghasilkan barang-barang bernilai seni dan berharga.

Salah satunya adalah kain endek, sejumlah warga kolok antusias dalam membuat kain endek untuk memenuhi permintaan pasar endek baik di Buleleng juga Denpasar. Tidak ada yang berbeda dari teknik pembuatan endek pada umumnya, perajin masih menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) dalam membuat kain endek.

Kendati demikian, perajin mengaku tetap mampu berproduksi dengan maksimal.Budawati salah seorang perajin endek difabel dari Desa Bengkala menjelaskan, dalam sebulan ia mampu membuat kain endek sepanjang 8 meter atau 4 lembar kamen endek. Motif yang dituangkan dalam endek ini beragam, sesuai dengan pelatihan yang mereka dapatkan sebelumnya. ”Saya membuat tenun sudah lama sekali, sebelumnya saya pernah membuat di KEM Kelodan dan saat ini saya membuat di KEM Kajanan,” jelasnya dengan bahasa isyarat.

Hasil tenunan oleh warga kolok di Desa Bengkala ini selain memiliki motif khusus juga cenderung menonjolkan warna-warna yang lembut. Oleh karena itu mengapa endek khas Bengkala ini cukup laris di pasaran. Sejauh ini  endek khas Bengkala ini sudah berhasil di pasaran hingga wilayah Denpasar yang difasilitasi oleh PT Pertamina DPPU Ngurah Rai yang merupakan salah satu BUMN yang memberdayakan masyarakat desa Bengkala melalui program CSR. *ira

BAGIKAN