Ditandai Penyerahan Kayon, Wabup Sanjaya Tutup Festival Ulun Danu Beratan

Setelah berlangsung selama tiga hari, Ulun Danu Art Festival V / 2019 dengan mem-branding  berkonsep Kerajaan Majapahit dan menampilkan seni budaya lokal, pada Minggu (27/10) ajang festival tahunan tersebut resmi ditutup.

17
Ditandai Penyerahan Kayon, Wabup Sanjaya Tutup Festival Ulun Danu Beratan

Tabanan (bisnisbali.com) –Setelah berlangsung selama tiga hari, Ulun Danu Art Festival V / 2019 dengan mem-branding  berkonsep Kerajaan Majapahit dan menampilkan seni budaya lokal, pada Minggu (27/10) ajang festival tahunan tersebut resmi ditutup. Penutupan ditandai dengan penyerahan kayon oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya kepada pihak panitia.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Pengurus DTW Ulundanu Beratan, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, beserta undangan terkait lainnya. Mengawali sambutannya, Wabup Sanjaya menghaturkan sesanti angayu bagia kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, karena pagelaran Ulun Danu Art Festival V / 2019 berjalan dengan lancar.

Lanjut Sanjaya, Bali sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang memiliki daya tarik wisata dan budaya yang unik dan masih eksis sampai sekarang. “Kami berharap semoga kehadiran bapak atau ibu di tengah-tengah kami, akan memberikan arti penting bagi kemajuan pariwisata di Ulundanu,” ujarnya.

Sanjaya menegaskan, dengan mengusung tema Tri Semaya yang berarti apa yang kita lakukan dewasa ini (wartamana) hendaknya berorientasi pada masa lampau (atita) dan merumuskan harapan masa depan (nagata). Dengan kata lain membangun keseimbangan alam dan manusia. Hidup seimbang adalah hidup yang berorientasi pada hidup sekala dan niskala.

“Beranjak dari tema tersebut, Saya berharap akan ada sebuah konsep event yang memang betul mampu memberikan gambaran jelas terkait dengan potensi kepariwisataan yang ada. Hal ini penting saya kemukakan agar jangan sampai event sekelas Ulun Danu kehilangan nilai historis dari pondasi kepariwisataan yang ada,” tegas Sanjaya.

Di samping itu, pihaknya berharap semua pihak yang terkait dalam festival ini mampu menjadikan event ini sebagai wahana untuk upaya pelestarian, wahana peningkatan produktivitas berbagai sektor, wahana promosi memperkenalkan wilayah ini sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik yang ada di Kabupaten Tabanan serta wahana pemberdayaan dan mensejahterakan masyarakat.

“Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI serta semua pihak yang mendukung acara ini, sehingga acara ini berjalan dengan lancar, dan dengan ini Ulun Danu Art Festival V/ 2019 kami tutup,” tegasnya.*man

BAGIKAN