Spelling Bantu Literasi Bahasa Inggris

Di era persaingan global saat ini dan ke depan, tantangan yang dihadapi oleh anak-anak generasi sekarang bukan hanya bersaing secara kemampuan akademis namun juga kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing, salah satunya bahasa Inggris.

32
FINAL - Beberapa siswa tampil di babak final Kompetisi Spelling Bee 2019 di Denpasar.

Denpasar (bisnisbali.com) –Di era persaingan global saat ini dan ke depan, tantangan yang dihadapi oleh anak-anak generasi sekarang bukan hanya bersaing secara kemampuan akademis namun juga kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing, salah satunya bahasa Inggris. Hal tersebut disampaikan Marketing English First (EF) Bali, Ida Bagus Gede Wiraguna di sela-sela kompetisi Spelling Bee 2019 di Denpasar, Minggu (27/10).

Penguasaan bahasa Inggris yang menjadi bahasa internasional merupakan hal mutlak dalam menghadapi era globalisasi ini. Begitu pula di dunia kerja, penguasaan bahasa asing menjadi sebuah tuntutan agar bisa bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain.

“Terlebih lagi Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia, maka penguasaan bahasa asing khususnya bahasa Inggris menjadi tuntutan utama. Hal ini perlu dipersiapkan sedini mungkin sebagai bekal masa depan,” kata Wiraguna.

Kondisi itu pula mendasari EF Bali menggelar sebuah kompetisi yang berfokus pada pengejaan bahasa Inggris bertajuk “Spelling Bee 2019”. Melalui kompetisi ini, EF Bali mengajak siswa tingkat SD dan SMP unjuk kemampuan dan keterampilan mengeja kata dalam bahasa Inggris.

 “Kompetisi ini bertujuan mendorong peningkatan keterampilan berbahasa Inggris dan kemampuan literasi anak dan remaja melalui kompetisi ejaan kata dalam bahasa Inggris,” paparnya.

Spelling, menurut Wiraguna adalah seni untuk menggabungkan secara benar sebuah kata dari huruf-huruf yang membentuknya. Keterampilan ini akan membantu menguatkan hubungan yang ada antara suara dan huruf. Oleh karenanya, spelling merupakan pondasi dasar keterampilan bahasa Inggris yang memiliki peran penting dan berdampak positif terhadap keterampilan lainnya seperti listening, reading dan writing.

Studi yang dilakukan L.C. Ehri untuk the Scientific Study of Reading menemukan bahwa instruksi mengeja dapat meningkatkan kemampuan membaca, karena membangun pengetahuan pelajar akan alphabetic system yang digunakan dalam membaca.

 “Kemampuan mengeja dapat membantu siswa lebih percaya diri dalam segala aspek dari literasi. Mengeja, membaca dan menulis saling berhubungan erat serta terbukti membantu meningkatkan pemahaman atau comprehension skills,” imbuhnya.

Peserta yang lolos di tingkat regional ini akan maju ke kompetisi tingkat nasional pada 24 November mendatang di SMESCO Indonesia, Jakarta. *dar

BAGIKAN