Pengembangan Ekonomi Kreatif  hingga Kampanye Kesetaraan Sosial  Masyarakat di Desa Bengkala

Desa Bengkala Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang memiliki keunikan dan keistimewaan akan masyarakatnya yang tuli bisu atau masyarakat mengenal dengan sebutan “kolok” makin diberdayakan.

15
Kegiatan World Deaf Day 2019 di Desa Bengkala. Menampilkan kesenian oleh masyarakat difabel Desa Bengkala. 

Singaraja (bisnisbali.com) –Desa Bengkala Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang memiliki keunikan dan keistimewaan akan masyarakatnya yang tuli bisu atau masyarakat mengenal dengan sebutan “kolok” makin diberdayakan. Mulai dari pengembangan ekonomi kreatif, wisata edukasi dan sosiokultur, organisasi, dan kesenian.

Sejauh ini program pemberdayaan untuk masyarakat di Desa Bengkala yang digagas oleh Pertamina DPPU Ngurah Rai sudah mampu menciptakan sejumlah produk makanan dan minuman seperti kacang kapri, jamu kunyit, inke, dupa dan kain endek khas Desa Bengkala yang dikemas dalam bentuk Kelompok Ekonomi Masyarakat (KEM) Bengkala.

Operation Hed DPPU Ngurah Rai I Komang Astawa ketika diwawancarai Bisnis Bali dalam kegiatan peringatan Hari Tuli Sedunia di Desa Bengkala belum lama ini menjelaskan KEM Bengkala sendiri merupakan kawasan binaan CSR DPPU Ngurah Rai di mana pada kawasan tersebut terdapat program pemberdayaan masyarakkat baik untuk masyarakat Kolok dan yang tidak.

Desa Bengkala ini memiliki 2 persen atau sekitar 43 orang warga kolok dari total jumlah warganya. Jika sebelumnya keterbatasan fisik yang dialami membuat penghasilan ekonomi yang rendah berkisar Rp450.000 per bulan di tahun 2019, semenjak diberdayakan melalui program CSR yang difokuskan pada peningkatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi, berhasil meningkatkan pendapatan sebesar Rp16.500.000 per bulannya.

Tidak hanya itu, kesetaraan hak dan peluang kerja di BUMN bagi disabilitas semakin meluas. Hal itu dapat dilihat dari adanya rekrutmen sebagai tenaga kerja di Pertamina Group. “Hal ini sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan salah satunya di bidang pemberdayaan masyarakat, jadi tidak hanya bergerak di bidang energi saja,”terangnya.

Astawa menambahkan, untuk makin mendukung upaya pemberdayaan masyarakat di Desa Bengkala ini adalah dengan membangun Bale Melajah di KEM Kajanan sebagai bentuk dukungan dan memajukan pendidikan bagi kaum difabel.

Diketahui, belum lama ini juga diselenggarakan acara “World Deaf Day Communicate Without Boundaries” yang mengusung tema “Kita Semua Setara”. Dalam acara ini ditampilkan beragam pertunjukkan kesenia khas masyarakat Desa Bengkala seperti sekeha genjek, Tari Jalak Anguci dan Tari Bebila. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mengubah stigma masyarakat ke arah yang lebih positif terhadap keberadaan kelompok difabel khususnya Kolok di Desa Bengkala. *ira

BAGIKAN