Masyarakatkan Penggunaan Kompor Induksi, Kawasan Wisata Penimbangan Jadi Ambassador Electrifying Lifestyle ’’Warung Terang”

Kawasan Objek Wisata Pantai Penimbangan di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng khususnya stan kuliner di sepanjang pesisir pantai resmi dijadikan sebagai kawasan Ambassador Electrifying Lifestyle “Warung Terang” oleh PT PLN (Persero) Bali Utara belum lama ini.

33
Pengenalan Kompor Induksi melalui Lomba Memasak yang diikuti oleh sejumlah pedagang di Kawasan Wisata Penimbangan dan Masyarakat Umum.   

Singaraja (bisnisbali.com) – Kawasan Objek Wisata Pantai Penimbangan di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng khususnya stand kuliner disepanjang pesisir pantai resmi dijadikan sebagai Kawasan Ambassador Electrifying Lifestyle “Warung Terang” oleh PT. PLN (Persero) UP3 Bali Utara belum lama ini. Hal ini sejalan dengan implementasi program Pemerintah Provinsi Bali yakni Green and Clean sekaligus untuk memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-74 .

Manajer Bagian Pemasaran PT. PLN (Persero) UP3 Bali Utara, I Ketut Sudita ketika di wawancarai Bisnis Bali belum ini menjelaskan dipilihnya kawasan Penimbangan sebagai pilot project penggunaan kompor induksi karena lokasi tersebut menjadi salah satu kawasan pariwisata yang cukup ramai dikunjungi masyarakat tidak terkecuali wisatawan, selain itu kawasan ini juga menjadi salah satu sentra kuliner khas Buleleng. Akan tetapi, warung – warung yang lokasinya sangat dekat dengan pantai terlebih lagi saat musim kemarau kencangnya angin dikawasan tersebut menjadi kekhawatiran pihaknya, oleh karena itu mengapa mengarahkan para pedagang untuk beralih menggunakan kompor induksi. “Dengan menggunakan kompor induksi proses memasak juga lebih cepat, sehingga ini juga sebagai upaya memberikan pelayanan cepat kepada pelanggan,”ungkapnya.

Menurutnya, penggunaan kompor induksi lebih ramah lingkungan dibanding penggunaan kompor lainnya, bebas polusi, menggunakan nyala api menjadi lebih aman, juga praktis, dan tinggal colok tanpa menggunakan tabung gas. “ Penggunaan kompor induksi ini, bisa dikendalikan pada saat kita memasaknya, yakni dengan menggunakan timer (pengatur waktu),”ungkapnya.

Pihaknya berharap Kawasan warung terang Pantai Penimbangan ini menjadi pelopor kawasan yang pedagangnya menggunakan kompor induksi. Sehingga nantinya secara perlahan masyarakat yang mengetahui sejumlah kelebihan menggunakan kompor induksi, dapat beralih atau memilih kompor induksi (kompor listrik) dibanding penggunaan kompor lainnya.

Sementara itu disinggung mengenai ketersediaan cadangan listrik di kawasan tersebut, pihaknya menjelaskan sudah menfasilitasi pedagang dengan instalasi listrik, selain juga dipasangkan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) untuk masing-masing pedagang. “Jadi satu SPLU kapasitas 5.500 VA, sedangkan pemakaian kompor induksi minimal 1.300 VA, sejauh ini sudah ada 16 pedagang yang masuk dalam kawasan ambassador ini,”terangnya.

Sebagai awal para pedagagang juga diberikan sosialisasi dan pemahaman tentang tata cara pemakaian kompor induksi termasuk menggelar lomba memasak dengan kompor induksi yang diikuti oleh 20 regu memasak. “Kedepan kita akan lebih gencar lagi untuk bersosialisasi ke masing – Kcamatan di Buleleng terkait manfaat dan penggunaan kompor induksi ini,”terangnya.

Sementara itu Kasi Pembangunan Kecamatan Buleleng I Gede Riawan Arya, SH mengapresiasi program penggunaan kompor induksi ini di sejumlah pedagang di kawasan Penimbangan. “Kami sangat mendukung program ini untuk memasyarakatkan penggunaan kompor induksi ini selain sebagauli upaya efesiensi waktu mempercepat penyajian, juga ini menjadi upaya peningkatan perekonomian di kuliner kawasan Pantai Penimbangan,”ungkapnya. *ira

BAGIKAN