Cakra Berputar, Badung selalu Bergerak, Kuat dan Bermanfaat

21
Bupati Giri Prasta didampingi Wabup Suiasa dan Ketua DPRD Badung I Putu Parwata memutar cakra dalam Pesta Rakyat HUT ke-10 Mangupura Ibukota Kabupaten Badung, Sabtu (26/10) malam.

Meriah, Pesta Rakyat Dasawarsa Mangupura

RIBUAN masyarakat memadati Balai Budaya Giri Nata Mandala, Sabtu (26/10) malam. Kedatangan masyarakat, untuk menyaksikan pesta rakyat dan menikmati kuliner gratis dalam rangka HUT ke-10 Mangupura, ibu kota Kabupaten Badung.

Puncak HUT ditandai dengan pemutaran  cakra oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Bupati I Ketut Suiasa dan Ketua DPRD Badung I Putu Parwata. Pemutaran cakra memiliki filosofi atau arti mencerminkan Kabupaten Badung yang selalu bergerak, kuat dan bermanfaat.


Bupati Giri Prasta didampingi Wabup Suiasa dan Ketua DPRD Badung I Putu Parwata memutar cakra dalam Pesta Rakyat HUT ke-10 Mangupura Ibukota Kabupaten Badung, Sabtu (26/10) malam.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan terima kasih kepada seluruh komponen serta masyarakat yang telah mendukung rangkaian kegiatan perayaan HUT Mangupura tahun ini. “Kepada masyarakat, OPD, Listibiya, kami sampaikan terima kasih atas kerja kerasnya untuk kegiatan ini,” ujarnya.

Perayaan dasawarsa Mangupura ini, kata Giri Prasta, sangat spesial karena untuk pertama kalinya digelar di Balai Budaya Giri Nata Mandala dengan mengangkat tema tahun ini yakni Bangun Cakti Gunamukti. “Bangun Cakti Gunamukti yang artinya Badung Bergerak Kuat dan Bermanfaat. Saya bersama Listibiya sampai mengambil lontar untuk mengangkat tema ini,” katanya.

Bupati Giri Prasta mengungkapkan, tahun ini pihaknya sengaja mengundang dan mengkolaborasikan penyanyi-penyanyi kuat dari berbagai aliran musik yang memiliki penggemar atau fans yang banyak. “Dewi Perssik adalah generasi milenial fenomenal yang mempunyai komitmen dan konsistensi. Nanoe biroe merupakan Duta HIV Provinsi Bali sedangkan Joni Agung & Double T dan Lolot Band seperti kita tahu memiliki penggemar yang sangat banyak dan fanatik. Bersatunya penyanyi atau band ini di atas panggung tentu harapan kita para penggemarnya pun ikut bersatu sehingga momen ini bukan sekadar hiburan tetapi sebagai bentuk pemersatu berbagai latar belakang, tidak saja di Badung tetapi juga di Bali,” tuturnya.

Balai budaya, kata Bupati asal Desa Pelaga Petang ini, merupakan milik masyarakat Badung yang akan diwariskan kepada generasi milenial. Balai budaya sengaja dikonsepkan agar bisa menjadi wahana seniman Badung untuk mengakselerasikan ide-ide seni yang dimiliki. “Sekarang kita sudah bisa memilih dan memilah mana tarian sakral. Mana tarian kolaborasi seniman. Seniman dan sekeha teruna yang dibutuhkan adalah panggung. Sekarang kita sudah punya,” terang Giri Prasta.

Masyarakat yang hadir dalam acara, Sabtu malam lalu dihibur oleh sejumlah artis seperti Dewi Perssik, Lolot Band, Joni Agung & Double T, Nanoe Biroe, Dyana Prasta, Gek Trias, D’Antoni, Mangupura Band, persembahan tari Inagurasi dari Listibya Badung, serta lawak Celekontong Mas. Bagi masyarakat yang tidak bisa masuk ke gedung, di luar gedung disiapkan pula layar LED ukuran 4 x 6 meter yang berkapasitas 10.000 penonton.

Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta dan Wabup Suiasa juga ikut berkolaborasi dengan grup band di atas panggung menyanyikan beberapa lagu untuk menghibur masyarakat. Di akhir acara, Bupati dan Wakil Bupati beserta istri secara bersamaan tampil dengan para penyanyi pendukung acara. Walau dipadati ribuan masyarakat serta para fans grup band masing-masing, rangkaian pesta rakyat Dasawarsa Mangupra kali ini berjalan dengan aman dan lancar. *adv

BAGIKAN