Beri Ruang bagi Seniman Bali, The Kayon Jungle Resort Membuka Kelir Art Galery

Dalam upaya mendukung aktivitas para seniman lukis di Bali, khususnya Kabupaten Gianyar, The Kayon Jungle Resort managed by Pramana Experience yang berlokasi di Desa Bresela, Payangan, Gianyar membuka Kelir Art Galery di dalam propertinya.

28
KOLEKSI - Para pengunjung tengah melihat koleksi yang dipajang di Kelir Art Galeri pada pembukaan yang berlasung Sabtu (26/10) malam

Gianyar (bisnisbali.com) –Dalam upaya mendukung aktivitas para seniman lukis di Bali, khususnya Kabupaten Gianyar, The Kayon Jungle Resort managed by Pramana Experience yang berlokasi di Desa Bresela, Payangan, Gianyar membuka Kelir Art Galery di dalam propertinya. Pameran pertama sekaligus pembukaan galeri yang diisi oleh kurang lebih 10 pelukis ini, dilakukan pada Sabtu (26/10) lalu.

Owner The Kayon Jungle Resort I Putu Suryawan mengatakan, dibukanya Kelir Art Galeri ini bertujuan memberi ruang bagi seniman lukis serta diharapkan mampu memajukan dunia seni lukis. Pria yang juga sebagai penggemar lukisan ini mengatakan, kehadiran Kelir Galeri Art juga untuk melestarikan seni dan budaya Bali. Mengingat lukisan Bali memiliki ciri khas tersendiri, sehingga perlu dibuatkan ruang khusus untuk memamerkan dan melestarikannya.

Lukisan yang dipamerkan di tempat ini sebelumnya melalui tahap seleksi oleh tim. Pameran pertama kali yang diadakan itu diharapkan dapat berkelanjutan. “Pameran akan digelar setiap dua bulan agar tamu dari luar hotel atau dalam hotel sendiri dapat mengunjunginya. Saya ingin agar tamu-tamu di sini tahu bahwa pelukis Ubud sebenarnya itu ada maestro seperti Nyoman Lempad,” terangnya.

General Manager, Kayon Jungle Resort Nengah Suweca mengatakan, sesuai dengan konsep awal The Kayon Jungle Resort adalah one stop shopping place, sehingga Kelir Art Galery dibuka, untuk membuat tamu yang menginap, juga dapat menikmati fasilitas yang lain seperti art galery, butik, wahana bermain untuk orang dewasa. Keberadaan Kelir Galeri Art ini juga diyakini bisa berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan yang memberi ketertarikan, khususnya bagi pecinta seni.

Lebih lanjut Nengah Suweca menjelaskan, nama Kelir dikatakannya diambil dari istilah wayang. “Kita sebagai orang Bali pasti sudah tahu bahwa kelir itu dipakai untuk picturing wayang secara keseluruhan. Itu kita adopsi karena sebuah nama sangat penting ketika membuka usaha,” jelasnya.

Perwakilan seniman Jero Dukuh Nyoman Sumerta menyambut positif adanya pameran di Kelir Art Galery. “Beliau (Putu Suryawan) sudah menyediakan tempat yang sangat bagus, otomatis tempat ini akan men-support seniman kita untuk menampilkan karyanya dan lebih semangat untuk berkarya, saya mengapresiasi upaya ini,” ungkapnya.

Pemilik galeri dari 1981 hingga sekarang ini menambahkan, situasi karya lukisan di Bali sangat lesu. Maka dengan adanya galeri ini menjadi salah satu upaya agar seni lukisan Bali tidak padam. *adv

BAGIKAN