Mangupura (bisnisbali.com) –Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah (Kanwil) VII Denpasar mencatat realisasi outstanding loan (OSL) sampai September 2019 telah mencapai 101 persen atau menembus Rp4,6 triliun dari target awal Rp4,5 triliun. Target OSL didominasi produk gadai 75 persen dan 25 persen nongadai.

“Kendati target sudah tercapai kami masih memiliki tantangan ke depannya OSL mencapai Rp 4,9 triliun,” kata Deputi Bisnis Denpasar Area 2 Pegadaian, I Ketut Winata, didampingi Humas PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, I Made Mariawan dan Deputi Operasional Kanwil VII Pegadaian Denpasar Supriyanto, di sela-sela acara sharing komunikasi dan motivasi Pegadaian, di Mall Bali Galeria, Kuta, Sabtu (26/10).

Menurutnya tercapainya target OSL bukan berarti Pegadaian tidak terpengaruh pada lesunya ekonomi, namun karena bisnis tidak hanya gadai. Pertumbuhan ekonomi yang stabil atau pun meningkat juga berpengaruh pada bisnis Pegadaian, mengingat roda ekonomi akan berjalan lebih kencang sehingga kebutuhan dana dan tenaga kerja akan lebih banyak. Selain itu, Pegadaian juga mengembangkan bisnisnya seperti fidusia (mikro). Itu berarti masyarakat yang datang ke Pegadaian bukan orang yang membutuhkan dana atau modal saja, namun orang yang memiliki dana berlebihan pun bisa datang berinvestasi.

Selain OSL yang meningkat, Winata mengakui realisasi jumlah nasabah juga tumbuh mencapai 1.343.084 atau tercapai 104 persen dari target 1.290.300 nasabah. Semangat transformasi diakui menjadi strategi nyata dalam menunjang kuantitas transaksi. Terlebih pada 2023, Pegadaian mematok kenaikan target OSL hingga 250 persen dibandingkan 2019. Selain peningkatan kualitas layanan melalui digitalisasi infrastruktur, pihaknya menyampaikan memiliki sejumlah program yang ditawarkan kepada masyarakat. Di antaranya tabungan emas yang menyasar semua kelas masyarakat. Menurutnya dengan modal minim, masyarakat kini dapat mewujudkan keinginan untuk berinvestasi dalam bentuk tabungan emas. Pihaknya memberikan alternatif investasi kepada masyarakat yang tidak bisa secara langsung investasi besar-besaran, tetapi melalui tabungan emas bisa. “Dengan hanya Rp 7 ribuan sudah bisa memiliki emas, itu yang dari segi investasi,” imbuhnya.

Untuk mencapai hal tersebut, Winata menyampaikan salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas komunikasi dari karyawan.

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr. Aqua Dwipayana di tempat sama mengapresi kinerja Pemimpin Pegadaian Wilayah VII Denpasar, Nuril Islamiah, karena selain menjadi role model di bidang komunikasi, Nuril juga melakukan hal yang tepat untuk bisa melebihi target dengan waktu tinggal 2 bulan. “Beliau menyadari apapun tugasnya, salah satu mencapai sukses, mencapai target yaitu dengan mendalami komunikasi,” katanya. *dik

BAGIKAN