Perlancar Layanan Air di Kuta Selatan, Sistem Injeksi Jadi Terobosan Baru  

Perumda Air Minum Tirta Mangutama menemukan strategi baru untuk memperlancar layanan air minum di daerah-daerah dengan tofografi tinggi.

15

Mangupura (bisnisbali.com) –Perumda Air Minum Tirta Mangutama menemukan strategi baru untuk memperlancar layanan air minum di daerah-daerah dengan tofografi tinggi. Strategi itu berupa sistem injeksi pada jaringan-jaringan air minum sehingga air bisa tetap mengalir ke pelanggan.

Hal itu dikemukakan Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Ketut Golak didampingi Dirtek Wayan Suyasa dan Dirum Ida Ayu Eka Dewi Wijaya, seusai acara bersih-bersih sampah plastik di instalasi pengolahan air (IPA) Estuary Dam Kuta, Jumat (25/10) kemarin. “Ini akan menjawab persoalan air di daerah bertofografi tinggi seperti di Ungasan, Kutuh, Pecatu dan sekitarnya.

Secara teknis, kata Golak, mobil-mobil tangki air akan tetap dikirim ke wilayah selatan. Air tangki ini diinjeksi atau dimasukkan ke jaringan-jaringan PDAM yang mengarah kepada pelanggan. Dengan begitu, pelanggan akan tetap memperoleh layanan air.

Mobil tangki ini, katanya, tak lagi menunggu pesanan. Mobil tetap memasok air selanjutnya diinjeksi ke jaringan yang ada. “Pelanggan diupayakan mendapatkan pelayanan air selama 24 jam,” tegasnya.

Walau begitu, tegas mantan Dirut PD Pasar ini, pihaknya akan segera mengoperasikan reservoar yang ada di Siligita. Jika reservoir ini beroperasi, ujarnya, pasokan air dipastikan takkan terganggu lagi.

Pengoperasian reservoar ini memerlukan investasi sekitar Rp18 miliar. Saat ini pihaknya masih menunggu penyertaan Pemkab Badung melalui APBD. Namun jika itu tak bisa, PDAM akan berupaya melakukan investasi secara mandiri.

Dirtek Wayan Suyasa menambahkan, pihaknya saat ini tengah melakukan uji coba dua unit pompa. Setelah uji coba, satu pompa mampu mengalirkan air 75 liter per detik. Ini juga akan mampu menstabilkan pasokan air ke pelanggan.

Ditanya mengenai pentingnya gerakan bersih-bersih sampah plastik, Dirut Golak menyatakan, agar masyarakat jangan membuang sampah di aliran sungai. Sampah khususnya plastik akan membuat air baku menjadi tercemar.

Khusus IPA Estuary Dam ini, katanya, mampu berkontribusi hingga 500 liter per detik. Air ini merupakan air baku untuk pasokan ke Legian, Seminyak, hingga Nusa Dua.

Karena sangat vital, aksi bersih-bersih ini pun dilakukan di IPA Estuary Dam Kuta. Pada aksi bersih-bersih yang diikuti ratusan karyawan dan karyawati PDAM PDAM mampu mengumpulkan dua pick up sampah plastik. Sampah ini rencananya akan diolah dengan pola reuse, reduce dan recycle. *adv

BAGIKAN