Hindari Kesenjangan, Kabupaten Bangli Kembangkan Pariwisata Berbasis Masyarakat

Bupati Bangli I Made Gianyar menginginkan konsep pembangunan pariwisata di Kabupaten Bangli lebih diarahkan pada pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

24

Bupati Bangli I Made Gianyar menginginkan konsep pembangunan pariwisata di Kabupaten Bangli lebih diarahkan pada pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Ia meyakini konsep pariwisata berbasis masyarakat akan memberikan rasa keadilan bagi pelaku pariwisata di Kabupaten Bangli. Teknis seperti apa?

MADE Gianyar mengatakan, membangun pariwisata di Kabupaten Bangli tidak harus sama dengan kabupaten lainnya. Ia meyakini, Bangli merupakan daerah yang memiliki kekhasan tersendiri, sehingga konsep pariwisata berbasis masyarakat paling tepat dikembangkan disini. Ia mengatakan, jika pengembangan pariwisata hanya terfokus pada satu titik, tentu kesenjangan antara pelaku pariwisata akan sangat terasa, sehingga ia ingin desa-desa yang memiliki potensi bisa dikembangkan menjadi desa wisata.

Menurut Bupati Made Gianyar, saat ini Bangli sudah memiliki 31 desa wisata yang tersebar di empat kecamatan. Menurutnya, selain 31 desa ini, masih banyak lagi desa-desa di Bangli yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Ia mengatakan, jika desa-desa wisata ini bisa berkembang dengan baik, ke depan ia ingin Bangli memiliki paket wisata tersendiri, dengan Batur Unesco Global Geopark sebagai lokomotifnya. “Jika penataan pariwisata di Bangli sudah baik, saya yakin ke depan Bangli bisa menjual paket wisata tersendiri. Jika ini bisa diwujudkan, saya yakin wisatawan tidak hanya mampir makan, foto-foto, kemudian pergi. Tetapi mereka akan tinggal lebih lama di Bangli,” ujarnya.

Terkait dengan tata kelola destinasi ini, sambung Bupati Gianyar, dalam pengembangan pariwisata, tidak semua bisa dilakukan oleh pemerintah seorang diri. Di sini, pemerintah bertindak sebagai fasilitator dan steakholder sebagai pemberi modal sehingga untuk menggerakkannya diperlukan peran aktif masyarakat yang bersinergi dengan pemerintah. Selain itu menyiapkan SDM yang paham betul dengan pariwisata harus intens dilakukan berbagai pelatuhan pelatihan dengan menggandeng para pakar serta orang-orang yang berkompeten di bidang pariwisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bangli Wayan Adnyana mengatakan, pihaknya berupaya terus menggali potensi SDM yang ada melalui berbagai pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola destinasi pariwisata di Kabupaten Bangli, sehingga pelaku pariwisata bisa memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan yang berkunjung di wilayah masing-masing. “Hingga saat ini kita selaku pemerintah berupaya memberikan yang terbaik untuk mewujudkan SDM yang paham dan mengerti tata kelola pariwisata di Kabupaten Bangli sesuai harapan Bupati Bangli selaku kepala daerah, melalui berbagai pelatihan dengan menggandeng akademisi di bidang pariwisata serta orang-orang yang berkompeten kita harapkan Bangli yang banyak memiliki potensi pariwisata akan bisa berkembang dengan baik,” ungkapnya.

Upaya pengenalan objek wisata baru juga terus dilakukan, utamanya objek wisata yang dikelola langsung oleh desa dan masyarakat setempat. Pengenalan objek wisata juga langsung dilakukan oleh Wakil Bupati Bangli beberapa waktu lalu, dengan menggandeng awak media Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Camat Tembuku  I Dewa Agung Putu Purnama dan Kabag Protokol Setda Kabupaten Bangli Cok. Bagus Gaya Dirga, mengunjungi objek wisata air terjun Goa Giri Campuhan (GGC), yang berada di Desa Adat Tembuku Kelod, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli.

Wabup Sedana Arta mengatakan, objek wisata air terjun GCC memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Bangli. Bagaimana tidak, menurutnya, begitu memasuki areal parkir objek wisata ini, mata kita sudah dimanjakan dengan indahnya panorama persawahan dan pegunungan yang begitu alami. “Di sini pemandangannya sangat menakjubkan dan sangat alami. Pertama kita bisa melihat air campuhan (pertemuan dua sungai) yang sangat religius. Tepat di tengah pecampuhan juga terdapat lima pancoran (pancaka tirta) yang konon bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit nonmedis,” ungkapnya.

Artinya selain wisata alam, dalam satu tempat juga bisa dikembangkan wisata religi yang belakangan memang sangat digemari.
Untuk memaksimalkan potensi objek air terjun GGC, Wabup Sedana Arta mengaku siap memfasilitasi dan mendukung pembangunan fasilitas pendukung objek ini. “Ke depan mungkin perlu dibangun lagi tempat parkir yang lebih memadai, jalan setapak yang tertata, toilet yang terstandar, tempat ganti pakaian dan spot-spot foto yang menarik. Intinya objek ini sangat luar biasa, sangat alami dan sangat menakjubkan untuk dikunjungi. Pemkab Bangli pasti hadir untuk membangun objek ini,” terangnya. *ita

BAGIKAN