Wujudkan Desa Berbasis IT, Bupati Bangli Ajak Sekdes dan Kaur Keuangan Belajar ke UGM

Dalam upaya mewujudkan tata kelola keuangan yang baik, serta mendorong pemerintahan desa yang berbasis Informasi dan Teknologi (IT),

19

Bangli (bisnisbali.com) – Dalam upaya mewujudkan tata kelola keuangan yang baik, serta mendorong pemerintahan desa yang berbasis Informasi dan Teknologi (IT), Bupati Bangli I Made Gianyar, mengajak Sekretaris Desa (Sekdes) dan Kaur Keuangan se-Kabupaten Bangli serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, melaksanakan studi tiru, sekaligus mengenalkan Sistem Keuangan Debet Kredit (Sidek) Desaku, yang dikembangkan Direktorat Penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Dalam studi tiru ini, rombongan Pemkab Bangli diterima langsung oleh Eko Suwardi, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB UGM), Prof.Gunawan Somodiningrat, Kepala Pusat Kajian Ekonomika Kerakyatan FEB-UGM, Sony Warsono, Kepala Departemen Akuntansi, Choirunnisa Arifa, Kepala Laboratorium Akuntansi dan tim Sidek UGM, Tunggoro Widiandaru, di ruang pertemuan lantai 8 FEB UGM.
Bupati Bangli I Made Gianyar pada kesempatan itu menyampaikan, pemerintah Kabupaten Bangli di bawah kepemimpinannya, selalu ingin menjadi yang terdepan dalam semua hal. Seperti penerapan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), Bangli merupakan kabupaten pertama di Provinsi Bali yang menggunakan program  yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Bahkan, melalui Siskeudes ini, salah satu perbekel di Bangli mendapat penghargaan dari Kementerian Desa.
Begitu juga dengan program Sidek Desaku, begitu tahu ada program ini, dan melihat langsung kemudahan yang diberikan program Sidek terhadap penatausahaan keuangan desa, maka tanpa berpikir panjang, ia mengajak seluruh Sekdes dan Kaur Keuangan agar melihat dan mengetahui langsung kemudahan yang bisa diberikan oleh program Sidek Desaku.
Menurut Bupati Made Gianyar, rencana Pemkab Bangli dalam menggunakan Sidek Desaku bagi desa – desa di Bangli, bukan serta merta untuk mengganti program Siskeudes. Tetapi pemanfaatan Sidek diharapkan bisa melengkapi dan menyempurnakan fungsi Siskeudes dalam penatausahaan keuangan desa. “Intinya, Sidek bukan untuk mengganti Siskeudes, namun untuk menyempurnakan dan mempermudah pengelolaan keuangan desa, ” terangnya.
Ia juga menambahkan, saat ini desa merupakan subjek pembangunan di Indonesia. Menurutnya, sebelum lahirnya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, Kabupaten Bangli sejak 2011 sudah menjalankan visi misi membangun Bangli dari desa, melalui berbagai program, seperti Gerbangdesigot, pengalokasian ADD yang besar ke desa, hotmix masuk desa dan berbagai program unggulan lainnya.
Menurut Bupati Made Gianyar, saat ini desa-desa di Bangli rata-rata sudah mengelola anggaran yang sangat besar. Sehingga ia berkeinginan, dana yang besar ini bisa terserap dengan baik dan memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi desa. Untuk mengawasi pemanfaatan dana yang besar ini,  sambung Bupati Made Gianyar, diperlukan sistem yang baik pula. Dan sidek merupakan program yang sangat tepat karena sangat mirip seperti E-Planning dan E-Bugeting, sehingga pengawasan terhadap dana di desa bisa lebih cepat dan mudah, karena bisa diakses kapan saja dan dimana saja. “Melalui Sidek, kita ingin ada lompatan yang luar biasa di Kabupaten Bangli. Karena semua proses pelayanan harus berbasis IT dan Sidek Desaku bisa menjawab semua. Saya minta OPD terkai dan semua Sekdes serius akan hal ini, karena saya ingin tahun 2020 Sidek sudah mulai digunakan di Bangli,” terangnya.
Sementara itu, tim Sidek UGM, Tunggoro Widiandaru pada kesempatan itu menyampaikan,  Sidek merupakan sistem yang koplit karena memayungi banyak hal. Tidak hanya sebatas ekonomi dan akuntansi, tetapi dalam Sidek, semua data bisa terdigitalisasi, baik data kependudukan, aset desa dan sebagainya.
Menurutnya, banyak kemudahan dari program Sidek, seperti kemudahan input data, mudah diakses dan digunakan,  pengelolaan aplikasi terpusat, sehingga jika komputer didesa rusak atau hancur, data tidak akan  hilang karena sudah tersimpan di server pusat.

Selain itu, dalam Sidek Desaku hirarki akses berjenjang, real time karena bisa diakses kapan saja dan dimana saja. “Kedepan Sidek kita rancang tidak hanya untuk laporan keuangan saja, tetapi bisa sebagai penghubung antardesa, ” terangnya.
Sementara, Sekdes Belancan I Ketut Taram saat sesi tanya mengaku sangat tertarik dengan program Sidek Desaku ini. Menurutnya dari apa yang dipresentasikan dan simulasikan oleh tim Sidek UGM, program ini sangat lengkap dan pengorasiannya sangat mudah. “Ini program yang sangat bagus. Saya berharap program ini bisa segera diterapkan di Bangli. Usul saya, pak Bupati bisa segera buat intruksi, agar program ini bisa segera di pakai di Bangli,” pintanya.*ita

BAGIKAN