Wujud Kepedulian, LPD Serahkan Bantuan

MEMASUKI usianya yang ke-35 tahun, peran LPD utamanya di Kabupaten Bangli makin kuat terutama dalam mendorong perekonomian masyarakat setempat.

11

MEMASUKI usianya yang ke-35 tahun, peran LPD utamanya di Kabupaten Bangli makin kuat terutama dalam mendorong perekonomian masyarakat setempat. Kepedulian LPD sebagai lembaga keuangan non-perbankan kepada masyarakat ini juga ditunjukkan melalui penyerahan bantuan ke Yayasan Gurukula dan para penyandang disabilitas, yang juga merupakan rangkaian dari HUT ke-35 LPD yang bertema “Melalui HUT LPD Bali yang Ke-35 Kita Jalin Persatuan dan Kebersamaan dalam Rangka untuk Meningkatkan Ekonomi Desa Adat”, kegiatan penyerahan bantuan ini bertempat di Yayasan Gurukula Kubu Bangli.
Menurut Ketua Panitia HUT ke-35 LPD Bali, I Ketut Sudana S.H., salah satu agenda dari HUT LPD adalah pemberian bantuan, meski nilainya tidak banyak namun apa yang dilakukan kali ini adalah merupakan wujud kepedulian dan partisipasi LPD sebagai ujung tombak dalam desa adat. Sebagai kabupaten yang tahun ini diberikan kepercayaan sebagai penyelenggara puncak HUT LPD, pihaknya telah merancang berbagai kegiatan yag berkonsepkan Tri Hita Karana, yang salah satunya telah dilaksanakan. “Untuk di Yayasan Gurukula ini kita serahkan bantuan berupa sembako yang terdiri dari beras, telur dan minyak, sementara untuk penyandang disabilitas dari masing masing kecamatan kita pilih, hingga kita dapat menyerahkan bantuan dana kepada 8 penyandang disabilitas di Bangli,” ungkapnya.
Di Kabupaten Bangli sendiri, LPD sudah dinilai sangat dekat dengan masyarakat, karena keberadaannya sesuai dengan aturan yang telah disepakati di mana LPD setiap tahunnya mampu mengkontribusikan 20 persen dananya untuk pembangunan di masing-masing desa adat, dan 5 persen untuk dana sosial yang artinya dikembalikan kepada masyarakat, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. “Untuk membangun kepercayaan kepada masyarakat, kita berupaya terus melakukan berbagai bukti nyata dengan tetap mengacu pada aturan, tidak hanya pada saat jelang perayaan HUT saja, namun juga pada berbagai program kerja LPD,” kata Ketut Sudana.
Sementara itu, Ketua BKS LPD Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., mengatakan, rangkaian HUT ke-35 LPD Bali akan diselenggarakan berbagai kegiatan yang nantinya puncaknya akan dipusatkan di Bangli, dengan konsep Tri Hita Karana yang terdiri dari parahyangan, palemahan dan pawongan, yang salah satunya yang termasuk bagian dari pawongan adalah kunjungan sosial ke Yayasan Gurukula dan sekaligus penyerahan bantuan kepada penyandang disabilitas, dengan harapan LPD sebagai lembaga yang menjalankan perekonomian di desa pakraman, tidak semata-mata untuk keuntungan saja namun juga tetap peduli dengan mengadakan kegiatan sosial.
“Keberadaan LPD hingga saat ini sangat dirasakan sekali oleh masyarakat dalam hal membantu perekonomian dan pemberian modal kepada masyarakat, meski kita merupakan lembaga keuangan namun keberadaan kita tidak hanya bicara masalah keuntungan saja namun juga bagaimana kita bisa peduli terhadap lingkungan kita. Ke depan, kita juga akan tetap menyiapkan SDM yang menguasai berbagai program LPD dengan harapan masyarakat akan terus terpupuk kepercayaannya,” kata Nyoman Cendikiawan.
Dalam kegiatan penyerahan bantuan ini, para penyandang disabilitas juga menunjukkan keterampilan dan kebolehannya dalam memainkan gamelan meski dalam keterbatasan. Hal ini pula mengundang decak kagum para pengurus BKS LPD Propinsi Bali, bahkan Ketua BKS LPD Bali langsung nyawer kepada penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan tersebut. *ita

BAGIKAN