Wisman Naik Satu Persen hingga Triwulan Ketiga

Menutup triwulan ketiga tahun ini, tercatat sebanyak 4.727.754 wisatawan mancanegara (wisman) yang dilayani Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

26
WISATAWAN - Sejumlah wisatawan mancanegara berada di terminal kedatangan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Mangupura (bisnisbali.com) –Menutup triwulan ketiga tahun ini, tercatat sebanyak 4.727.754 wisatawan mancanegara (wisman) yang dilayani Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Dibandingkan pencatatan pada periode yang sama di tahun 2018 lalu, yakni sebanyak 4.679.503 orang maka jumlah wisman yang memasuki Bali melalui jalur udara pada tahun ini mengalami pertumbuhan sebesar 1 persen atau sebanyak 48.251 jiwa.

“Secara keseluruhan, wisatawan asal Cina masih menduduki posisi puncak, disusul oleh Australia dan India. Jumlah wisatawan dari tiga negara tersebut jika ditotal, prosentase menyentuh angka 63 persen, atau hampir 2/3 dari total jumlah wisatawan yang kami layani,” ujar Co. General Manager Commercial PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Rahmat Adil Indrawan.
Hingga akhir September 2019, wisatawan asal Cina tercatat berjumlah 953.129 jiwa, disusul wisatawan dari Australia dengan total 916.152 jiwa dan India sebanyak 274.519 jiwa.

“Di urutan empat hingga 10 besar juga masih ditempati negara-negara tradisional, yaitu Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Korea Selatan, Jerman, dan Malaysia. Belum ada kejutan di daftar 10 besar negara penyumbang wisatawan,” lanjut Rahmat Adil.
Khusus selama periode triwulan ketiga (Juli-September) tahun 2019 ini, jumlah komulatif kedatangan wisatawan selama tiga bulan tersebut tercatat 1.802.758 wisatawan. Jika dibandingkan dengan periode triwulan kedua (April-Juni) 2019 dengan jumlah 1.550.487 wisatawan, terdapat pertumbuhan kedatangan wisatawan di triwulan ketiga 2019 sebesar 16 persen.
“Pada triwulan ketiga, tingkat kunjungan wisatawan dari 10 negara belahan bumi bagian utara meningkat pesat, yakni hampir sebesar 30 persen dibanding dengan triwulan kedua. Hal ini menunjukkan bahwa Bali masih menjadi destinasi wisata utama bagi para wisman untuk menghabiskan libur musim panasnya. Sementara untuk Australia, rata-rata pertumbuhan dari triwulan pertama hingga triwulan ketiga adalah sebesar 20 persen. Bukan tidak mungkin jika di akhir tahun, Australia akan muncul di urutan pertama negara dengan jumlah kunjungan terbanyak ke Bali,” tutupnya. *dar

BAGIKAN