Sariasih Sedana Arta, Edukasi Perempuan  

MENJADI perempuan Hindu di Bali tentu bukanlah perkara mudah. Berbagai kesibukan mulai dari urusan rumah tangga, terjun ke masyarakat hingga urusan adat istiadat menjadi hal yang sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari.

13

MENJADI perempuan Hindu di Bali tentu bukanlah perkara mudah. Berbagai kesibukan mulai dari urusan rumah tangga, terjun ke masyarakat hingga urusan adat istiadat menjadi hal yang sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Meski demikian, kemuliaan perempuan khususnya perempuan Hindu ini sering kali mendapat apresiasi positif, karena ternyata banyak perempuan Hindu di Bali yang mampu menyeimbangkan semua kegiatannya dengan baik tanpa harus mengorbankan salah satu di antaranya.

“Sering kali kita tidak mengetahui ternyata perempuan Bali terutama mereka yang telah berkeluarga sebenarnya memiliki potensi yang bagus untuk dikembangkan. Hanya saja mereka kurang pelatihan atau sosialisasi sehingga potensi yang sebenarnya merupakan bakat terpendam mereka tidak tersalurkan dengan baik. Karenanya kita selalu berupaya untuk mengadakan pendekatan serta komunikasi yang kontiniu untuk bisa memotivasi mereka, terutama mereka yang berada di desa terpencil,” terang ibu yang ramah dan murah senyum ini.

Lebih lanjut dirinya megatakan, melalui berbagai program TP PKK pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas ibu-ibu yang ada, sehingga dengan perhatian semacam ini nantinya tentu akan berimbas lebih luas, mulai dari terjaminnya kesehatan anak-anak mereka serta perannya sebagai istri yang bisa maksimal, namun juga tetap bisa berbaur dengan masyarakat serta kegiatan adat istiadat yang menjadi kewajibannya. Program PKK yang bekerja sama dengan PKK propinsi seperti program hatinya PKK adalah salah satu upaya dalam merangkul perempuan sebagai garda terdepan keluarga setelah suami sebagai tulang punggung keluarga.

Kesempatan ngayah pada masyarakat terutama kaum perempuan ini dimanfaatkannya secara maksimal, sehingga semua perempuan khusunya yang ada di Bangli bisa mandiri dan kuat serta maju tanpa harus meninggalkan kewajibannya. Edukasi dan pelatihan akan terus dilakukan di mana dari pihak PKK yang akan mendatangi masyarakatnya dan bukan mereka yang harus datang, sehingga akan membuang waktu mereka. Dengan pola jemput bola ini, PKK selaku organisasi perempuan yang intens memberikan perhatian terhadap kualitas keluarga yang baik dan sehat tentu bisa terwujud. *ita

BAGIKAN