Giri Prasta Hadiri Rsi Yadnya Apodgala Munggah Sulinggih

alam sambutannya Bupati Giri Prasta menerangkan, untuk membangun Kabupaten Badung menjadi lebih kuat dan bermartabat menuju masyarakat yang sejahtera, hal itu tidak hanya cukup dilakukan melalui fisik dan nonfisik semata

14
APOGALA - Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Rsi Yadnya Apodgala Munggah Sulinggih, Ida Bhawati Pasek Made Sudiana dan Ida Bhawati Istri Tunjung Ekawati di Griya Sila Giri Bualu Nusa Dua, Rabu (23/10) malam.

Mangupura (bisnisbali.com) – Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, Rabu (23/10) malam menghadiri upacara Rsi Yadnya Apodgala Munggah Sulinggih, Ida Bhawati Pasek Made Sudiana dan Ida Bhawati Istri Tunjung Ekawati di Griya Sila Giri Bualu Nusa Dua. Dalam kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta juga menyematkan insinye kesulinggihan kepada kedua sulinggih serta menyerahkan punia Rp 100 juta yang diterima langsung oleh ketua panitia karya Jro Mangku Pasek Sunarta.

Dalam sambutannya Bupati Giri Prasta menerangkan, untuk membangun Kabupaten Badung menjadi lebih kuat dan bermartabat menuju masyarakat yang sejahtera, hal itu tidak hanya cukup dilakukan melalui fisik dan nonfisik semata. Upaya penguatan spiritual melalui agama dinilai juga sangat diperlukan dan menjadi bagian dari tujuan utama dalam pembangunan Kabupaten Badung yang kuat dan sejahtera ke depannya. Pemerintah Kabupaten Badung ditegaskannya sangat mengapresiasi dan memberikan ruang kepada masyarakat, demikian juga dengan kehidupan agama adat dan budayanya. Terlebih lagi bagi para pinandita dan sulinggih yang mau mengabdikan diri untuk kepentingan umat. “Kami tentu memberi perhatian khusus kepada para pinandita dan pemangku. Salah satunya dengan memberikan nafkah atas pengabdiannya kepada masyarakat kami. Ini tiada lain merupakan kepedulian dan perhatian Pemkab Badung dalam membangun Badung yang kuat dan berkualitas, baik fisik maupun nonfisik,” terang Giri Prasta.

Sektor pembangunan di Kabupaten Badung diakuinya harus dibarengi dengan kekuatan secara spiritual yang religius. Karena itulah, dengan disahkannya Ida Bhawati Pasek Made Sudiana dan Ida Bhawati Istri Tunjung Ekawati sebagai sulinggih, pihaknya berharap ke depan dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan bijak. Menjadi teladan serta dapat memberikan pencerahan dan sinar kesucian bagi umat se-Dharma di mana pun itu.

Selaku Prawartaka Karya, Jro Mangku Pasek Sunarta atas nama Pesemetonan Pasek mengucapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung, dalam hal ini Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang juga selaku Ketua Pesemetonan Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kabupaten Badung, yang telah berkenan hadir di tengah-tengah keluarga besar pesemetonan pasek dalam pelaksanaan Rsi Yadnya Apodgala Munggah Sulinggih Ida Bhawati Pasek Made Sudiana dan Ida Bhawati Istri Tunjung Ekawati. Acara munggah sulinggih yang dilaksnanakan tersebut merupakan upacara suci untuk penobatan, Ida Bhawati Pasek Made Sudiana dan Ida Bhawati Istri Tunjung Ekawati, yang resmi menjadi pinandita dengan Surat keputusan PHDI Badung dan Bali yang telah dibacakan oleh Sekretaris PHDI Badung I Wayan Sukarya dengan nomor 33/HET PHDI Badung/Bali 2019. “Kami berharap dengan telah ditetapkannya beliau sebagai pinandita, beliau dapat menjalankan swadarmanya dan memberikan pencerahan bagi kita semua,” harapnya.

Sementara itu Ketua MGPSSR Bali Jro Pasek Wisnu Bawa Temaja mengatakan setelah prosesi upacara Ida Bhagawati Pasek Made Sudiana dan Ida Bhagawati Istri Tunjung Ekawati diharapkan bisa menjadi pinandita yang berkualitas dan penuh tanggung jawab untuk umat sedharma.

Turut hadir pada kesempatan tersebut anggota DPRD Propinsi Bali I Ketut Tama Tenaya, anggota DPRD Kabupaten Badung I Nyoman Karyana, Sekretaris PHDI Kabupaten Badung I Wayan Sukarya, Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kabupaten Badung IB Anom, Bendesa Adat Bualu Wayan Wita, Tripika Kecamatan Kuta Selatan, para sulinggih, tokoh masyarakat Bualu serta Pesemetonan Pasek se-Bali. *adv

BAGIKAN