Cegah Kebocoran, Pasar Kumbasari segera Terapkan e-Parkir

Pasar Kumbasari merupakan pasar kedua yang menggunakan sistem e-Parkir setelah Pasar Badung

22
TERPASANG - Alat e-Parkir yang sudah terpasang di Pasar Kumbasari.

Denpasar (bisnisbali.com) – Setelah diterapkan di Pasar Badung, kini parkir elektronik (e-Parkir) juga akan diterapkan di Pasar Kumbasari. Hal ini guna meminimalisir terjadinya kebocoran pemasukan.

Direktur Umum PD Pasar Kota Denpasar, AA Ngurah Yuliarta, Kamis (24/10) mengatakan, penerapan e-Parkir ini akan mulai dilakukan di Senin depan. Pasar Kumbasari merupakan pasar kedua yang menggunakan sistem e-Parkir setelah Pasar Badung.

Lebih lanjut Yuliartha mengungkapkan, penerapan e-Parkir ini dilakukan untuk memaksimalkan pendapatan PD Pasar dengan memanfaatkan lahan parkir yang ada, sehingga dengan penerapan e-Parkir tersebut kebocoran pemasukan akan bisa ditekan.

Yuliartha mengatakan, pihaknya  saat ini sudah memasang 4 alat e-Parkir di pintu masuk melalui Jalan Gajah Mada dan pintu keluar di Gang C menuju Jalan Gunung Kawi. Empat alat tersebut digunakan untuk parkir masuk sepeda motor dan mobil.

Selain itu, untuk pintu keluar juga akan dibuka ke selatan menuju Pasar Badung yang kini masih ditutup sementara. Parkir keluar menuju Pasar Badung akan jadi satu dengan Pasar Badung yang sudah di pasang saat ini. “Kami akan menerapkan operasional e-Parkir di Pasar Kumbasari setelah Pasar Badung yang sudah bagus sistemnya. Nah, di Pasar Kumbasari ini sudah dipasangi alat, tinggal finishing saja, Senin sudah bisa dioperasikan,” ungkapnya.

Menurut AA Yuliartha, untuk mempersiapkan penerapan sistem e-Parkir tersebut pihaknya di bagian umum dan personalia masih menyiapkan perekrutan tenaga dan pelatihan khusus untuk pengoperasian alat. “Kami harus persiapkan perekrutan tenaga dan pelatihan agar yang memegang pengoperasian alat tersebut nantinya benar-benar menguasai,” katanya.

Target keseluruhan pasar yang dikelola PD Pasar untuk melaksanakan e-Parkir, kata dia, belum bisa terealisasi di tahun 2019 ini. Sebab, anggaran yang ada tidak mencukupi untuk pengadaan alat e-Parkir. Namun pihaknya mengaku sudah menganggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020. *wid

BAGIKAN