Titik Nol Mangupura Ada di Puspem Badung

Munculnya Mangupura tak lepas dari pemekaran pada tahun 1992 dengan munculnya Kota Denpasar. Saat Kota Denpasar diresmikan, sejak itulah Badung belum memiliki ibu kota.

21
IB Yoga Segara

PADA jumpa media yang dihadiri puluhan wartawan dari media cetak dan elektronik tersebut, Asisten I Ida Bagus Yoga Segara juga memaparkan sejarah munculnya Mangupura sebagai ibu kota Kabupaten Badung.

Munculnya Mangupura tak lepas dari pemekaran pada tahun 1992 dengan munculnya Kota Denpasar. Saat Kota Denpasar diresmikan, sejak itulah Badung belum memiliki ibu kota.

Untuk itulah, Pemkab Badung merancang ibu kota dan muncullah peraturan pemerintah (PP) tertanggal 16 November 2009 yang mengatur tentang ibu kota Kabupaten Badung pindah dari Denpasar ke Kecamatan Mengwi dengan nama Mangupura. “Mangupura ada di lima kelurahan dan empat desa di Kecamatan Mengwi,” tegasnya.

Terkait dengan kesan Mangupura yang belum berwujud, IB Yoga Segara menyatakan, umur 10 tahun merupakan masa anak-anak. Karena umurnya belum seberapa alias anak-anak, wujud Mangupura belum terlihat seperti kota-kota lainnya. “Perkembangan Mangupura pasti akan terjadi pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Yoga Segara juga memberi klarifikasi bahwa titik nol Mangupura bukanlah di catuspata Mengwi. “Titik nol Mangupura ada di Puspem Badung,” katanya.

Pada masa bupati sebelumnya, sempat dideklarasikan bahwa titik nol Mangupura ada di catuspata Mengwi. Setelah diresmikan pada 2009, saat ini Mangupura telah berumur 10 tahun,” katanya.

Higienis

Bagaimana mengantisipasi agar nasi jinggo yang akan dibagikan kepada penonton tak bermasalah dari sisi kesehatan atau higienitasnya? Menurut Yoga Segara, pihaknya melakukan pendampingan kepada pelaku usaha kecil yang akan menyiapkan nasi jinggo ini. “Tugas ini dipercayakan kepada panitia dari unsur Dinas Kesehatan,” katanya.

Pendampingan akan dilakukan mulai penyiapan bahan, proses pemasakan hingga pengemasan. Selain itu, waktu memasak pun harus diperhitungkan betul karena nasi akan bertahan hanya dalam waktu 4-5 jam saja.

Karena memerlukan 8.200 bungkus nasi, dia memastikan akan memerlukan banyak pemasok. Satu pemasok maskimal mampu menyiapkan 300 bungkus. Dengan begitu, nasi bungkus ini akan dipasok oleh minimal 30 orang pedagang.

Tak hanya higienitasnya, pengemasan nasi ini juga dipastikan takkan menggunakan berbahan plastik. “Ini juga menjadi konsen panitia,” tegasnya.*sar

BAGIKAN