Naikkan Harga Tiket Masuk, DTW Ulun Danu Beratan Berpotensi Kantongi Pendapatan Rp40 M

Dari rencana menaikkan harga tiket masuk pada 2020 nanti, DTW Ulun Danu Beratan berpotensi akan mengantongi pendapatan hingga di atas Rp40 miliar per tahun.

19
Sejumlah wisatawan sedang menikmati berwisata di DTW Ulun Danu Beratan

Tabanan (bisnisbali.com) –Dari rencana menaikkan harga tiket masuk pada 2020 nanti, DTW Ulun Danu Beratan berpotensi akan mengantongi pendapatan hingga di atas Rp40 miliar per tahun. Kondisi tersebut mengalami lonjakan dari rata-rata yang hanya mengantongi pendapatan Rp34 miliar periode yang sama.

“Sementara ini dari hitung-hitungan dengan rencana kenaikan tiket masuk pada tahun depan, maka kami prediksi akan mendongkrak pendapatan hingga berada di kisaran di atas Rp40 miliar per tahun, dari sebelumnya yang rata-rata berada di kisaran Rp34 miliar,” tutur Manager DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika, Rabu (23/10).

Terangnya, tahun depan nanti akan menaikan harga tiket masuk ke objek, dan terkait itu sejak dua bulan terakhir sudah melakukan sosialisasi ke sejumlah biro perjalanan. Imbuhnya, terakhir kenaikan harga tiket masuk ini dilakukan pada dua tahun lalu, rencananya harga tiket masuk ini akan kembali dinaikkan baik untuk wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman).
“Ada sejumlah pertimbangan yang mendasari keputusan menaikan harga tiket masuk ini. Diantaranya, karena harga tiket masuk ke objek wisata di Ulun Danu Beratan ini, saat ini jauh lebih murah dibandingkan dengan tiket masuk di sejumlah objek wisata yang ada di luar Bali saat ini,” tandasnya.
Jelas Mustika, dari hasil studi banding ke sejumlah objek wisata yang ada di Bandung, Malang dan Surabaya rata-rata sudah membanderol tiket masuk di kisaran Rp 30 ribu –Rp 35 ribu per orang untuk wisdom, sedangkan di DTW masih berada di bawah Rp 30 ribuan per orang saat ini.

Sebab itu, tahun depan harga tiket masuk ini akan dinaikan, sehingga membuat kisaran harga menjadi sama. Katanya, upaya tersebut juga sebagai langkah untuk menjaring wisatawan, minimal wisatawan yang datang berkunjung merupakan kalangan ekonomi menengah atas.
“Itu juga kaitannya dengan luas lahan parkir yang ada sangat terbatas saat ini,” ujarnya.
Di sisi lain sambungnya, dengan kenaikan tiket masuk tersebut, pihaknya juga sudah menyiapkan fasilitas lebih yang bisa dinikmati pengunjung nantinya. Di antaranya, mempercepat antrean tiket seiring dengan layanan transaksi elektronik yang akan diterapkan di DTW Ulun Danu Beratan pada tahun depan.

Selain itu, ada perbaikan sejumlah wahana yang bisa digunakan wisatawan untuk berswa photo, ada diskon untuk pembelian sejumlah penganan bagi wisatawan di areal DTW Ulun Danu Beratan, hingga gratis untuk  penggunaan toilet. *man

BAGIKAN