Amankan Komoditi Penyebab Inflasi, Denpasar Bangun CAS

Tercatat 83 persen inflasi Bali disumbangkan oleh Denpasar.

15

Denpasar (bisnisbali.com) –Tercatat 83 persen inflasi Bali disumbangkan oleh Denpasar. Dalam upaya menekan terjadinya inflasi, lonjakan harga kebutuhan pokok menjadi hal yang harus diperhatikan, sehingga ketersedian komoditi tersebut perlu dijaga. Salah satu upaya yaitu dengan pengadaan control atmosfer storage (CSA) yang mampu menyimpan produk hortikultura.

Hal tersebut terungkap pada acara high level meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang diselenggarakan di Ruang Rapat Praja Utama, Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (22/10) kemarin.  Sekda Kota Denpsar AAN Rai Iswara usai rapat mengatakan, keberadaan CAS menjadi salah satu upaya pemecahan masalah saat terjadi kelangkaan komoditi pasar yang membuat inflasi. Kemampuan CAS menyimpan berbagai komoditi pasar pada saat musim panen dengan waktu yang cukup lama, membuat kelangkaan kebutuhan pokok di luar musim panen akan bisa dihindari, dan fluktuasi harga pun bisa terjaga. “Keberadaan CAS ini membuat komoditi lama yang mudah basi akan bisa ditanggulangi dengan baik. Ini akan membantu saat musim paceklik dari beberapa komoditi, seperti cabai dan lainnya,” ungkap Rai Iswara.

Pengadaan CAS ini direncanakan akan dibantu oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI yang saat ini masih dalam proses pengawalan. Pembangunan CAS dipusatkan di area Pasar Badung. “Kita akan koordinasikan dengan Kemendag,” ujarnya

Sementara itu, Direktur Pasar PD Pasar Kota Denpasar AA Ngurah Yuliartha terkait pembangunan CAS mengakui, pihaknya bersama Disperindag Kota Denpasar sempat ditemui oleh pihak Kementerian Perdagangan khususnya urusan logistik untuk pembahasan pembangunan CAS di Denpasar. “Saat itu kami tunjukkan lokasi di timur Pasar Badung dan dilihat lokasi cukup strategis untuk pembangunan CAS,” ungkapnyya.

Terkait dana dan operasional, kata Yuliartha, akan difasilitasi oleh Kemendag termasuk diklat SDM. Namun proses pembangunan CAS tersebut belum ada koordinasi lebih lanjut. “Untuk itu saat rapat TPID tadi kami sampaikan agar dikawal. Terlebih lagi dengan hadirnya BI agar menindaklanjuti mengkomunikasikan dengan Kemendag,” ujarnya

Dipilihnya Denpasar sebagai penerima bantuan pembuatan CAS, menurut Yuliartha, karena tingkat inflasi cukup tinggi dan tempat pemasaran komoditi pasar Denpasar paling tinggi. Denpasar juga tempat paling dekat ketika terjadi lonjakan harga. Dijelaskannya, CAS ini lebih kepada menyimpan kebutuhan masyarakat, bukan semata-mata untuk menyimpan hasil panen.

Terkait komoditi yang disimpan akan bekerja sama dengan pasar-pasar dan dinas terkait di kabupaten lain. Saat terjadi surplus hasil panen akan dibawa ke Denpasar untuk disimpan di CAS. *wid

BAGIKAN