Koperasi masih Terkendala Penyusunan SPT  

Masih lemahnya sumber daya manusia (SDM) koperasi di bidang perpajakan, diakui Ketua Pusat Koperasi (Puskop) Bali, Ketut Widartha.

21
Ketut Widartha

Denpasar (bisnisbali.com) –Masih lemahnya sumber daya manusia (SDM) koperasi di bidang perpajakan, diakui Ketua Pusat Koperasi (Puskop) Bali, Ketut Widartha. Hal tersebut berdampak pada banyak koperasi yang masih terkendala pada penyusunan surat pemberitahuan tahunan (SPT)

Ia mengatakan, banyak koperasi anggota Puskop Bali yang menyampaikan permasalahan mereka terkait penyusunan SPT, cara menghitung pajak dan membayar pajak SHU tahunan.  “Kami berharap kepada pemerintah dan juga Ditjen Pajak untuk melakukan sosialisasi lebih intensif, sehingga SDM koperasi lebih memahami cara penghitungan, pelaporan dan pemungutan pajak. Kita ingin bagaimana pengelola koperasi tidak mengalami kesulitan dalam menyusun SPT tahunan PPh 21 pribadi dan PPh 23 badan,” katanya, Senin (21/10) di Denpasar.

Sesuai dengan visi Presiden Jokowi, SDM unggul maka pihaknya berharap ada kerja sama Ditjen Pajak dengan gerakan koperasi, dalam meningkatkan kualitas SDM koperasi khususnya di bidang pajak. “Kami dari gerakan koperasi secara swadaya sudah melakukan Bintek Perpajakan yang diikuti 65 koperasi binaan provinsi Bali, melalui LDP KJK Puskop Bali namun kami berharap dari DJP Bali lebih gencar melakukan sosialisasi, sehingga gerakan koperasi tidak ragu-ragu lagi dalam pelaporan maupun pemotongan pajak,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, momen akhir tahun, koperasi-koperasi akan menghitung pajak dan bayar pajak SHU tahunan, sehingga ini sangat penting untuk disosialisasikan. “Kita siapkan SDM kita agar lebih andal dalam pengelolaan koperasi. Biasanya dalam penyusunan SPT ada beberapa kendala, dari informasi pengelola koperasi maka kami dari Puskop merangkum masukan itu kita carikan konsultan pajak, sehingga tidak ada kendala lagi dalam mengurus pajak dan sesuai dengan aturan yang ada,” ungkapnya.

Dengan demikian, gerakan koperasi ke depan sudah bisa menyelesaikan kewajiban perpajakannya. “Jadi tidak perlu ragu-ragu lagi terkait penyusunan SPT karena selain petunjuk yang ada, juga diberikan pendampingan dan penjelasan saat sosialisasi perpajakan tersebut. Makanya kami berharap sosialisasi lebih intens dilakukan,” katanya. *pur

BAGIKAN