DKP Bali Promosikan Pangan Sehat

Menyukseskan Pergub 99/2018 mengenai Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Bali berupaya mempertemukan produk-produk pangan lokal dengan konsumen khususnya hotel, restoran dan swalayan.

60
Ir. I Wayan Jarta, M.M.

Denpasar (bisnisbali.com) –Menyukseskan Pergub 99/2018 mengenai Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Bali berupaya mempertemukan produk-produk pangan lokal dengan konsumen khususnya hotel, restoran dan swalayan. Untuk itu akan digelar Festival Safety and Health Local Food yang akan berlangsung selama tiga hari yaitu Jumat (25/10) hingga Minggu (27/10) di Lapangan Monumen Bajra Sandi.

Kepala DKP Provinsi Bali, Ir. I Wayan Jarta, M.M., Selasa (22/10) mengatakan, tujuan dari festival ini adalah memperkenalkan produk makanan lokal kepada masyarakat dan buyer seperti pelaku usaha di bidang perhotelan dan restoran. ”Lewat pameran ini kita ingin mendekatkan produsen makanan lokal yang menggunakan bahan baku lokal yang aman dan sehat kepada konsumen baik itu masyarakat luas maupun pelaku usaha perhotelan dan restoran,” katanya.

Langkah ini juga sebagai salah satu cara untuk men-support Pergub 99/2018 mengenai Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali di mana produk ini nantinya diwajibkan untuk diterima hotel, restoran maupun toko modern yang ada di Bali. Diharapkan pula lewat festival ini membuka wawasan masyarakat jika pangan lokal Bali tidak hanya  beras. ”Ada potensi pangan lain yang bisa dijadikan makanan yang sehat dan aman serta enak. Lewat festival ini kami harapkan masyarakat Bali mengenal pangan lokal lainnya selain beras dan tentu ke depan masyarakat tidak hanya tergantung pada satu jenis pangan saja,” kata Jarta.

Dalam festival nanti akan ada pojok kuliner yang menampilkan makanan khas yang menjadi unggulan dari masing-masing kabupaten. Lewat pojok ini tentunya masyarakat akan bertambah wawasannya bahwa ternyata Bali kaya akan kuliner yang bisa dijadikan daya tarik wisata.  ”Ada juga bartender yang akan membuat minuman lokal Bali, sehingga ke depan dalam memenuhi minuman di restoran maupun hotel tidak tergantung dari minuman impor tetapi minuman lokal, yang dari segi cita rasa tidak kalah dengan minuman impor,” katanya.

Selain itu produk buah lokal juga diperkenalkan dalam ajang ini dengan  pembuatan basket buah. Pembuatan basket buah ini diharapkan menarik pihak hotel untuk menaruhnya di setiap kamar hotel untuk disajikan kepada tamu. ”Tentunya buah-buah yang dirangkai ini berkualitas dan merupakan produk lokal, sehingga ke depan diharapkan buah lokal akan makin dilirik oleh pelaku usaha perhotelan maupun restoran,” katanya. *pur

BAGIKAN