Tengkuluk Lelunakan Mendunia

Tengkuluk lelunakan dan Tari Legong Keraton, menjadi andalan Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M., Pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung, dalam mempromosikan budaya Bali

52
TENGKULUK LELUNAKAN - Busana Tengkuluk Lelunakan Mendunia. Tampak Ibu Agung (pali Ibu Agung Sri Utari SN (empat dari kiri), Serly Matandi, istri Direl Distribusi Viva Cosmetics untuk eilayah Indonesia Timur (empat dari kanan) bersama rombongan lainnya mengenakan busana tengkuluk lelunakan.

Denpasar (bisnisbali.com) – Tengkuluk lelunakan dan Tari Legong Keraton, menjadi andalan Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M., Pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung, dalam mempromosikan budaya Bali. Demikian pula saat ia kembali berkesempatan mengikuti tur ke Eropa Timur (Jerman Salzburg, Prague, Vienna, Budapest) bersama Mogadjaja dan Viva Cosmetics, perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia, 4 -13 Oktober 2019. Salah satu busana tradisional dan tarian Bali ini pun, dikenakan dan dipentaskan rombongan ini disana.

Setelah sebelumnya, Ibu Agung-demikian sapaan akrabnya sempat pula mempromosikan budaya Bali dalam lawatannya ke New York dan Boston berpartisipasi dalam* “Wonderful Indonesia Cultural Event 2019”, Pameran Budaya Indonesia di Muscat, Oman, yang menampilkan busana nusantara (busana Bali) disponsori Viva Cosmetics. Berikutnya, menghadiri Hari Ulang Tahun Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, dan turut menghadiri HUT Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Pert, Australia. lbu Agung mengaku bangga, bisa membawa Tengkuluk Lelunakan mendunia.

Ditemui di LKP Agung, Jl Anggrek Kreneng  Denpasar, sekembalinya dari Eropa, Ibu Agung (Ketua Yayasan Kecantikan Agung yang menaungi LKP Agung, TU Agung, PKBM Agung dan Salon Agung) bersama Ibu Agung Sri Utari Satria Naradha, menyampaikan ucapan terimakasi kepada Moga Djaja dan Viva Cosmetics yang telah melibatkan mereka dalam perjalanan wisata yang sekaligus mempromosikan budaya Bali. “Kami, Yaya Kecantikan Agung, Kelompok Media Bali Post, dan Viva Cosmetics memiliki visi yang sama, peduli terhadap pelestarian budaya,” ucap Ibu Agung.

Yusuf Wiharto, Direktur Distribusi Viva Cosmetics wilayah Indonesia Timur mengatakan komitmen Viva cosmetics dalam pelestarian budaya, khususnya yang berkaitan dengan tata rias tradisional. “Kami dari Viva kosmetik yang sudah berusia 57 tahun pada tahun ini, slogan kami yaitu Viva cosmetics Made in Indonesia sesuai untuk daerah tropis, artinya bahwa kami memang benar-benar dibuat di Indonesia oleh anak bangsa Indonesia dan untuk warga negara Indonesia sendiri,” tutur Yusuf.

Hal tersebut sangat  berkaitan erat dengan Bali, karena Bali ini sangat kental dengan budayanya. “Saya lihat ini yang harus dijaga dan ini menjadi salah satu tanggung jawab dari Viva untuk memperhatikan eksistensi budaya Bali ini, agar supaya tidak punah dan tergilas  budaya asing yang masuk ke Indonesia. Ini salah satu bentuk kepedulian kami untuk dapat melestarikan budaya di Provinsi Bali yaitu bekerjasama dengan LKP Agung yang secara rutin menggelar road show setahun 30 kali ke kabupaten/ kota di Bali terkait pakem tata rias dan busana adat Bali, kami juga rutin mempromosikan budaya Bali ke luar negeri,” terangnya.

Dengan motto Viva Cosmetics 3Mu yaitu murah, mudah dan mutu. Murah itu agar dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat, mudah dijangkau oleh masyarakat dengan distribusi barang yang baik hingga ke pelosok negeri. Dan yang terakhir adalah mutu yang tetap terjamin, jadi murah bukan berarti murahan namun murah dengan tetap mengedepankan kualitas.

Sebelum berangkat ke Eropa, Ibu Agung menuturkan dipercaya untuk merias pasangan pengantin dari Ananda kolonel laut Ketut Sumerta yaitu Gde Rta Jana Waisnawa, S.Tr.Han., dengan Devi Julita Sari, SH. Pada kesempatan tersebut Ibu Agung juga sempat memberikan pelatihan tata rias pengantin Bali, pusung tagel dan tengkuluk lelunakan  yang diikuti 148 peserta dari Puskor Hindunesia Korwil Jawa Timur dan WHDI Jawa Timur ( 4/10) di Baruna Sabha Mandala, Juanda Sidoarjo. Puskor  Hindunesia adalah Lembaga Pengembangan misi swadaya perjuangan keumatan, sosial kemanusiaan dan pemberdayaan umat melalui gerakan bersama para relawan Dharma Hindunesia.

Ibu Agung mengaku ada kepuasan tersendiri ketika ia bisa berbagi. “Dengan memberikan workshop saya harapkan akan semakin tersosialisasikan tata rias dan etika berbusana adat Bali yang baik dan benar.  Juga untuk pemberdayaan perempuan, karena tidak menutup kemungkinan dengan memiliki keterampilan di bidang tata rias ini perempuan bisa membantu perekonomian keluarga,” katanya memungkasi.*adv

BAGIKAN