Sumber Air Menurun Jangan Jadikan Perhotelan “Kambing Hitam”

Krisis air akibat penurunan jumlah sumber air di Bali diharapkan semata-mata memojokkan sektor pariwisata

23
HOTEL- Penyelamatan sumber air di Bali mesti dilakukan bersama dan tidak memojokkan sektor perhotelan. (kup)

Denpasar (bisnisbali.com) – Krisis air akibat penurunan jumlah sumber air di Bali diharapkan semata-mata memojokkan sektor pariwisata. Wakil Ketua DPP IHGMA, I Made Ramia Adnyana, menyampaikan terbatas pasokan air untuk masyarakat dan air untuk sektor pertanian jangan hanya mengkambing hitamkan sektor perhotelan.

Diungkapkannya, sumber air di Bali tidak semata-mata digunakan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih untuk hotel. Air pengunungan juga digunakan perusahaan daerah untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Ia menjelaskan perusahaan air minum kemasan juga banyak memanfaatkan air pegunungan. Ini juga untuk kepentingan komersial guna diperjualbelikan. “Jadi jangan menyalahkan hotel, perusahaan di luar sektor pariwisata yang juga memanfaat air kepentingan bisnis maka masalah krisis air bersih ini mesti ditangani bersama,” ucapnya.

Ramia memaparkan IHGMA DPD Bali sangat mendukung deklarasi serangkaian Simposium Suksma Bali sebelumnya. “Ini merupakan bentuk sikap nyata kami selaku GM di Bali dalam merefleksikan rasa terima kasih untuk Bali tercinta dan sekaligus menjaga eksistensi Bali yang berbudaya, berkualitas dan berkelanjutan,” jelas  Ramia Adnyana.

Steering Committee Program Suksma Bali 2019, Yoga Iswara, mengatakan suksma Bali sudah menyelenggarakan simposium dengan tema ” Menyelamatkan dan Menjaga Keberlangsungan Air Bali”. Masyarakat dan industri pariwisata  sudah semestinya mengambil tindakan nyata untuk menyelamatkan air Bali,” ucapnya.

Apalagi  fakta di lapangan banyak sumber air seperti sungai di Bali yang mengering. Sungai yang mengering 260 sungai dari total 440 sungai.  Ia melihat danau di Bali juga mengalami pendangkalan. Permukaan air Danau Berataan, Danau Tamblingan dan Danau Batur sudah mengalami pendangkalan.

Ia meyakinkan seluruh komponen di Bali sudah saatnya melakukan tindakan nyata untuk menyelamatkan sumber air di Bali. Industri pariwisata diharapkan menjadi ujung tombak menyelamatkan air Bali.

Yoga Iswara menambahkan keterbatasan sumber air di Bali memang masalah komplek. Ke depan sektor perhotelan diharapkan tidak dijadikan kambing hitam dari masalah keterbatasan air. ” Untuk menyelamatkan air mesti dilakukan seluruh komponen sehingga bisa bersama menghargai air,” tegasnya. *kup

BAGIKAN