Rafting jadi Salah Satu Pilihan Menarik saat “Weekend”

Berbagai pilihan wisata tersedia saat ingin mengisi hari libur dengan hal yang menyenangkan. Salah satunya menikmati keseruan arung jeram (rafting) bersama keluarga atau teman-teman.

23
Suasana rafting di Sungai Ayung

Gianyar (bisnisbali.com) – Berbagai pilihan wisata tersedia saat ingin mengisi hari libur dengan hal yang menyenangkan. Salah satunya menikmati keseruan arung jeram (rafting) bersama keluarga atau teman-teman.  Di Bali sendiri wisata rafting cukup mudah ditemui. Bisa memilih wilayah Ubud dengan Sungai Ayung, Klungkung dengan Sungai Melangit atau Karangasem dengan Sungai Telaga Waja.

Di Ubud bisa menjadi tempat pilihan yang dekatnya paling dekat dengan Kota Denpasar. Di Ubud pun tersedia banyak pilihan rafting yang bisa dinikmati. Mulai dari lintasan pendek ataupun lintasan panjang. Salah satunya di Red Paddle Bali Adventure yang memberikan rute paling panjang di kawasan Ubud sejauh 12 kilometer.

Tempat ini berada di Desa Kedewatan Ubud, khususnya untuk lokasi finish. Untuk melakukan strat, wisatawan akan turun dari Desa Begawan, Payangan,  yaitu ke utara dari finish dengan jarak tempuh kurang lebih 15 menit menggunakan kendaraan yang telah disiapkan.

Untuk melakukan strat, wisatawan akan turun menyusuri 400 anak tangga, dengan jalan yang berliku-liku sehingga tidak terlalu curam. Demikian juga saat finish,  wisatawan menyusuri 200 anak tangga untuk sampai ke atas kembali.

Di Red Paddel Bali Advature, waktu rafting yang ditempuh selama 2 jam perjalanan dengan 2 kali istirahat. Karakteristik arus Sungai Ayung yang cukup deras dan berliku memberikan keseruan yang tak terlupakan. Terlebih saat bertemu rekan di perahu lain yang akan saling guyur menambah keseruan saat rafting. Tentunya ini akan membantu menghilangkan kepenatan dalam diri ditengah aktivitas yang begitu padat sehari-hari.

Tarif yang dikenakan untuk dapat menikmati rafting dengan jarak terpanjang ini, mulai dari Rp250.000 untuk wisatawan lokal dan domestik,  serta USD 79 untuk wisatawan wasing.  Harga tersebut sudah termasuk perlengkapan rafting,  handuk,  shower dan makan siang termasuk asuransi.  Untuk satu buah perahu maksimal berisi 6 orang termasuk kapten.

Director of Sales Red Paddle I Wayan Juliatmaja, mengatakan tarif yang dikenakan ini pun masih bisa menyesuaikan. Jika wisatawan datang secara kolektif, tarif akan bisa lebih murah. “Terutama untuk lokal. Yang kami inginkan wisatawan lokal juga bisa menikmati rafting di wilayahnya sendiri,” ujarnya.

Rafting di tempat ini akan ramai pada bulan-bulan Juli, Agustus dan Desember. pada high season seperti itu, kunjungan dikatakan Juliatmaja bisa mencapai 250 orang per hari. Sementara saat low season, kunjungan rata-rata mencapai 150 orang per hari. *wid

BAGIKAN